News Update

Bos Danantara Buka-bukaan Soal Merger GoTo-Grab dan BUMN Karya

Jakarta – Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) tengah disibukkan dengan isu merger antara sejumlah perusahaan di Indonesia.

Yang pertama adalah merger antara dua perusahaan startup PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GoTo) dengan PT Grab Teknologi Indonesia.

Ada juga konsolidasi BUMN Karya, yang terdiri dari PT Waskita Karya (Persero) Tbk, PT Hutama Karya (Persero), PT Nindya Karya (Persero), PT Brantas Abipraya (Persero), PT Adhi Karya (Persero) Tbk, PT Wijaya Karya (Persero) Tbk (WIKA), dan PT Pembangunan Perumahan (Persero) Tbk (PTPP). Ketujuh perusahaan itu akan dilebur menjadi tiga korporasi.

Baca juga: GOTO Tanggapi Isu Merger dengan Grab, Ini Penjelasan Manajemen

Menanggapi hal tersebut, CEO Danantara Rosan Roeslani menyerahkan sepenuhnya proses merger kepada GoTo dan Grab. Menurutnya, merger antara dua startup itu masih berjalan.

“Mereka sedang berjalan ya. (Mereka) menyampaikan juga kepada kami, untuk terbuka juga untuk Danantara kalau ingin berpartisipasi. Kami bilang ya kita lihat dulu prosesnya mereka seperti apa,” ujar Rosan di sela-sela Pertemuan Tahunan Bank Indonesia (PTBI), Jumat, 28 November 2025.

Rosan mengaku Danantara tidak ingin ikut campur terhadap proses merger, misalnya dari aspek pricing. Menurutnya, yang terpenting adalah, ketika merger benar-benar terwujud, pelaku ojek online (ojol) tetap mendapat kesejahteraan.

“Kami juga ingin menjaga agar kesejahteraan para ojol ini juga baik. Karena, kalau Danantara masuk, ya kami ingin memastikan kesejahteraan ojol justru itu yang paling utama buat kami,” bebernya.

Baca juga: Prolegnas Dievaluasi, RUU Danantara hingga Patriot Bond Tak Lagi Prioritas 2026

Konsolidasi BUMN Karya Molor

Dalam kesempatan yang sama, Rosan juga menjelaskan alasan molornya konsolidasi BUMN Karya. Sosok yang juga merupakan Menteri Investasi ini berharap proses merger berjalan dengan komprehensif dan membawa manfaat bagi pemangku kepentingan.

“Karena kita tahu, BUMN Karya itu memang kondisinya kurang sehat. Jadi, kami mau memastikan pada saat digabung kondisinya membaik, dan going concern ke depan lebih terjaga,” pungkasnya. (*) Mohammad Adrianto Sukarso

Galih Pratama

Recent Posts

Aliran Modal Asing Masuk RI Rp1,44 Triliun pada Awal 2026

Poin Penting Aliran modal asing masuk Rp1,44 triliun di awal Januari 2026, mayoritas mengalir ke… Read More

3 hours ago

KPK Tetapkan 5 Tersangka Terkait OTT Dugaan Suap Pajak di KPP Madya Jakut

Poin Penting KPK tetapkan 5 tersangka OTT dugaan suap pajak KPP Madya Jakarta Utara. 3… Read More

4 hours ago

Begini Gerak Saham Indeks INFOBANK15 di Tengah Penguatan IHSG

Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,13 persen pada perdagangan Jumat (9/1/2026), meski mayoritas indeks domestik… Read More

4 hours ago

Sempat Sentuh Level 9.000, IHSG Sepekan Menguat 2,16 Persen

Poin Penting IHSG menguat 2,16 persen sepanjang pekan 5-9 Januari 2026 dan sempat menembus level… Read More

5 hours ago

KPK OTT Pegawai DJP di Jakarta Utara soal Pajak Sektor Tambang

Poin Penting KPK gelar OTT pegawai DJP Jakarta Utara terkait dugaan pengaturan pajak di sektor… Read More

16 hours ago

Tingkatkan Kinerja Keuangan, Pollux Hotels Group Terbitkan Obligasi Berkelanjutan

Poin Penting Pollux Hotels Group menerbitkan obligasi berkelanjutan berperingkat AAA, dengan dukungan penuh CGIF yang… Read More

17 hours ago