Perbankan

Bos CIMB Niaga Buka Suara Soal Pailitnya Sritex, Begini Jawabannya

Jakarta – PT Bank CIMB Niaga Tbk (CIMB Niaga) buka suara terkait pailitnya PT Sri Rejeki Isman Tbk (SRIL) atau Sritex yang diputuskan oleh Pengadilan Negeri (PN) Niaga Semarang, Jawa Tengah.

Bank berkode BNGA itu menjadi satu dari 28 kreditur bank yang ‘diutangi’ oleh Sritex, emiten tekstil yang berdiri pada 1966 silam.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengatakan, pihaknya menghormati segala keputusan pengadilan terkait kepailitan Sritex.

“Sebagai salah satu kreditur, kami akan mengikuti proses hukum yang berjalan,” katanya, saat dihubungi Infobanknews, Selasa, 29 Oktober 2024. 

CIMB Niaga lanjut Lani pun menyambut baik upaya pemerintah dalam mencari solusi untuk menyelamatkan Sritex dan mendukung keberlanjutan industri tekstil nasional.

Baca juga : Jadi Pemberi Utang Terbesar, Begini Respons BCA Soal Pailitnya Sritex

Mengutip laporan keuangan per semester I 2024, utang Sritex terbagi menjadi jangka pendek sebesar USD131,42 juta serta jangka panjang USD1,47 miliar. Utang didominasi oleh utang bank dan obligasi.

Dalam laporan tersebut, CIMB Niaga masuk dalam daftar utang jangka panjang Sritex per Juni 2024, dengan nominal USD25.339.757.

Lani menegaskan, perseroan pun memastikan bahwa seluruh layanan perbankan berjalan optimal bagi seluruh nasabah pasca pailitnya Sritex dan meninggalkan utang menggunung di 28 bank.

“CIMB Niaga senantiasa menjalankan langkah strategis guna memitigasi dampak dari situasi ini terhadap portofolio perusahaan, serta memastikan layanan optimal bagi seluruh nasabah,” pungkasnya.

Senada, PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) memastikan kepailitan Sritex tidak berdampak signifikan bagi bank pelat merah tersebut.

Baca juga : Utang Sritex Menggunung di 28 Bank, BCA Paling Banyak!

Sritex sendiri memiliki utang di BNI senilai USD23,81 juta atau setara dengan Rp375 miliar (asumsi Rp15.750/USD) bersifat liabilitas jangka panjang.

Corporate Secretary BNI Okki Rushartomo mengatakan bahwa pihaknya akan terus memantau perkembangan dan koordinasi dengan pemerintah, khususnya Kementerian BUMN dan Kementerian Keuangan untuk membahas langkah-langkah selanjutnya.

“BNI menghormati proses yang masih berjalan terkait pernyataan pailit Sri Rejeki Isman (Sritex) oleh Pengadilan Niaga Semarang yang dilanjutkan oleh pengajuan Kasasi oleh Sritex,” kata Okki dalam keterangannya, Selasa, 29 Oktober 2024.

Okki menyatakan meski terjadi kepailitan terhadap Sritex, pihaknya memastikan BNI memiliki rasio pencadangan yang cukup kuat dan tak berdampak signifikan terhadap kinerja perseroan.

Adapun PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) atau BCA akan menghormati proses dan putusan hukum dari PN Niaga tersebut dan juga menghargai langkah hukum kasasi yang sedang diajukan oleh Debitur yang bersangkutan.

Diketahui, BCA juga tercatat sebagai salah satu kreditur Sritex. Pos utang Sritex di BCA terbagi dua, yakni utang jangka pendek senilai USD11,37 juta. Kedua, utang jangka panjang senilai USD71,31 juta. Artinya, total utang Sritex di BCA tersebut menembus USD82,68 juta.  

“BCA terbuka untuk berkoordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan terkait, termasuk dengan pihak kurator yang ditunjuk oleh pihak pengadilan dalam rangka mencapai solusi dan/atau penyelesaian terbaik bagi debitur dan seluruh kreditur yang ada,” ucap Hera dalam keterangan resmi dikutip, 29 Oktober 2024. (*)

Editor: Galih Pratama

Muhamad Ibrahim

Berpengalaman sebagai jurnalis sejak 2014. Saat ini bertugas menulis tentang isu nasional, internasional, ekonomi, perbankan, industri keuangan non-bank (IKNB), hingga Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Recent Posts

BTN Bidik Bisnis Wealth Management Tumbuh 15 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting BTN memperluas layanan consumer banking dan beyond mortgage, termasuk kartu kredit, BNPL, dan… Read More

3 hours ago

KISI Sekuritas Siap Bawa 7-8 Perusahaan IPO 2026, Ada yang Beraset Rp3 Triliun

Poin Penting KISI menyiapkan 7–8 perusahaan untuk IPO tahun 2026, meliputi sektor perbankan, pariwisata, pertambangan,… Read More

4 hours ago

Premi AXA Mandiri Sentuh Rp10 Triliun di 2025, Unitlink Jadi Tulang Punggung

Poin Penting AXA Mandiri mencatat pendapatan premi Rp10 triliun pada 2025, dengan produk unitlink menyumbang… Read More

6 hours ago

BI Rate Turun, Amar Bank Jaga Bunga Deposito Tetap Menarik

Poin Penting Suku Bunga BI Tetap: BI menahan suku bunga acuan (BI Rate) pada level… Read More

6 hours ago

Bos Amar Bank: Lawan Serangan Siber Seperti “Tom and Jerry”

Poin Penting Ancaman siber terus meningkat dan menyasar seluruh jenis bank, termasuk bank digital. Amar… Read More

6 hours ago

KEK Industropolis Batang Gandeng JPEN Kembangkan EBT 180 MW

Poin Penting PT Kawasan Industri Terpadu Batang menjalin kerja sama dengan PT Jateng Petro Energi… Read More

7 hours ago