BEI; Pasar modal Indonesia. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–PT Bursa Efek Indonesia (BEI) siap membawa pasar modal dalam negeri dapat bersaing di level negara-negara ASEAN.
Untuk mendorong hal itu, Direktur Utama BEI, Tito Sulistio, mengatakan pihaknya akan melakukan empat hal, salah satunya adalah meningkatkan jumlah emiten di Bursa. Selain itu, Otoritas bursa juga bakal menambah jumlah investor pasar modal.
“Kami akan terus malakukan sosialisasi, edukasi, seminar-seminar, dan lain-lain supaya jumlah emiten dan investor kita bertambah,” ujar Tito di BEI Jakarta, Rabu, 27 Januari 2016.
Adapun hal yang ketiga yang akan dilakukan BEI, menurut Tito, Bursa bakal memperkuat kekuatan para broker. Kemudian yang terpenting adalah, pihaknya akan menaikkan wibawa BEI itu sendiri.
“Jika empat hal itu kita lakukan, di tahun 2020 mendatang pasar modal kita menjadi yang terbesar di ASEAN,” tegas Tito.
Kalau dilihat dari jumlah populasi penduduk, Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslan mengatakan, masyarakat Indonesia masih sangat sedikit yang menjadi investor pasar modal. Pasalnya, total investor pasar modal Indonesia hanya sekitar 500.000, atau masih sekitar 0,4%.
“Kami akan bantu untuk meramaikan pasar modal Indonesia. Bukan hanya meningkaykan jumlah emiten saja, tapi juga jumlah investor di Bursa. Karena Indonesia itu memiliki potensi yang besar,” kata Rosan dalam kesempatan yang sama.
Diketahui, Kadin berkomitmen untuk mendorong beberapa perusahaan di daerah-daerah yang masuk dalam anggotanya supaya bisa masuk ke Bursa. Diharapkan beberapa perusahaan tersebut sudah dapat melantai di BEI pada tahun ini dan 2017 mendatang.
“Sudah ada 3 perusahaan yang berniat untuk mencatatkan sahamnya di Bursa Efek Indonesia. Diharapkan, Kadin bisa mengantar sebanyak 12 perusahaan untuk bisa listing di Bursa pada tahun ini,” pungkasnya. (*) Dwitya Putra
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More