“Manufaktur itu nanti nggak ada. Sebentar lagi akan terjadi otomatisasi, robotik semua. Jadi tidak menciptakan lapangan pekerjaan. Facebook, Netflix tidak punya office di sini tapi dia bisa nyedot uang orang Indonesia dari Amerika sana,” kata Zaky.
Baca juga: Dana BPJS Ketenagakerjaan Bisa Bantu Pengembangan Teknologi
Setelah membangun teknologi, tambah Zaky, kemudian Indonesia harus membangun merek yang dapat diterima secara global, karena merk juga memiliki nilai tambah yang sangat luar biasa terhadap perekonomian.
“Kita beli Iphone itu mungkin karena mereknya. Dengan adanya Gojek, Traveloka, Bukalapak, itu jadi bukti kalau anak Indonesia bisa kok fokus di teknologi melawan perusahaan teknologi besar lainnya. Tinggal ada keberpihakan, dari negara ke anak-anak bangsa ini,” tegas Zaky. (*) Happy Fajrian
Page: 1 2
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More
Poin Penting: Biaya haji 2026 terancam naik signifikan akibat kenaikan harga avtur, asuransi, dan tekanan… Read More
Poin Penting Ancaman siber makin kompleks dan canggih (APT, AI, eksploitasi mobile), berdampak pada operasional,… Read More
Poin Penting SIPF belum memiliki payung hukum kuat, karena belum diatur dalam undang-undang meski risiko… Read More
Poin Penting Konflik Timteng memicu risiko gangguan infrastruktur digital global, termasuk data center dan jaringan… Read More
Poin Penting Kebocoran data masih terjadi karena penggunaan banyak tools keamanan yang tidak terintegrasi (silo),… Read More