Jakarta — Direktur Utama PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk (BTN), Maryono optimis permintaan kredit akan meningkat seiring dengan penurunan BI 7 Day Reserve Repo Rate turun 25 bps oleh Bank Indonesia (BI).
“Walaupun volume kreditnya belum tumbuh. Tapi dengan adanya suku bunga kreditnya ini turun, ya otomatis ada potensi atau prospek dari pada permintaan kredit akan meningkat. Apalagi dengan kondisi ekonomi yang semakin membaik ya kan contoh dari kalau kita lihat dari sisi Perumahan,” jelas Maryono di Shangri-La Hotel, Jakarta, Kamis 28 September 2017.
Maryono menambahkan, pada saat ini sudah saatnya suku bunga pasar mengikuti kebijakan suku bunga rendah yang telah diturunkan bank sentral. “Mungkin sudah saatnya turunlahk. Karena antara penurunan cost of fund dan penurunan suku bunga ini kan tidak sama. Tapi pengaruhnya tidak terlalu besar,” tambah Maryono.
Maryono juga beranggapan, bahwa BI masih berpotensi untuk dapat menurunkan Suku Bunga acuannya, melihat kondisi pasar yang masih stagnan. “Ya kalau memang nanti acuannya turun kemudian harga market-nya turunya lebih cepat ya dapat diturunkan,” ungkap Maryono.
Selain itu untuk suku bunga simpanan BTN, pihaknya menerapkan capping batas atas. Hal tersebut dinilai untuk tetap menjaga kebersamaan para deposan yang berkontribusi ke dana pihak ketiga. Capping bunga deposito saat ini, menurut dia, sebesar 6 persen, yang kemungkinan besar dapat membantu menurunkan bunga kredit.
“Kalau suku bunga turun market akan ikuti dan kita akan berusaha satu digit. Saat ini Suku Bunga Dasar Kredit (SDBK) di level 10,5 persen,” tukas Maryono. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Rumah Siti Nurbaya Bakar digeledah Kejaksaan Agung terkait penyidikan dugaan korupsi tata kelola… Read More
Poin Penting Calon pimpinan OJK tidak berasal dari internal OJK, melainkan melalui mekanisme seleksi terbuka… Read More
Poin Penting OJK mengimbau masyarakat waspada pinjol ilegal dan terus memblokir entitas keuangan tidak berizin… Read More
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More