Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengatakan tren kualitas kredit konstruksi terus membaik, terutama untuk penyaluran kredit baru yang kini jauh lebih selektif (Foto: M. Ibrahim)
Poin Penting
Bandung – Tren kredit bermasalah (non-performing loan/NPL) di segmen konstruksi milik PT Bank Tabungan Negara (Persero) Tbk menunjukkan perbaikan, meski masih dibayangi kredit bermasalah dari portofolio lama (legacy).
Direktur Utama BTN, Nixon Napitupulu, mengatakan tren kualitas kredit konstruksi terus membaik, terutama pada penyaluran kredit baru yang kini jauh lebih selektif.
“Tren kualitas kredit konstruksi sebenarnya sudah turun NPL-nya. Kalau yang baru jumlah angkanya sudah kecil,” kata Nixon dalam acara bertajuk Intimate Sessopn with Media Partners, di Bandung, Jawa Barat, Kamis, 9 April 2026.
Baca juga: BTN Ungkap Penyebab NPL Konstruksi Tinggi, Fokus Bereskan Kredit Legacy
Nixon menjelaskan, rasio NPL dari kredit konstruksi legacy yang sebelumnya sempat mencapai sekitar 26 persen kini bisa ditekan menjadi di bawah 10 persen atau single digit. Ke depan, BTN menargetkan rasio tersebut dapat terus turun hingga kisaran 3 persen.
“Dulu angkanya sudah mencapai 26 persen, tapi sekarang sudah di bawah 10 persen dan single digit. Dan kami mau dorong sampai ke angka 3 persen,” bebernya.
Ia menambahkan, untuk menekan kredit bermasalah, BTN menempuh berbagai strategi, mulai dari restrukturisasi hingga mencari investor baru bagi proyek yang masih memiliki prospek.
Selain itu, perseroan juga melakukan lelang aset, dan dalam beberapa kasus, hapus buku untuk kredit yang tidak dapat diselamatkan.
“Yang perusahaan yang masih bisa kita selesaikan, kita carikan jodohnya supaya ada investor baru, ada lelang dan sebagainya. Memang, makin ke sini, makin tinggal yang susah-susahnya gitu,” akunya.
Baca juga: BTN Kuasai 72 Persen Pangsa Pasar KPR Subsidi, Penyaluran Tembus Rp3,65 T
Menurut Nixon, sejumlah kendala yang dihadapi dalam penyelesaian kredit konstruksi legacy antara lain masalah legalitas lahan, sertifikasi, hingga kondisi proyek yang terdampak faktor eksternal seperti banjir.
Meski demikian, BTN memastikan penyaluran kredit konstruksi saat ini dilakukan dengan sangat selektif untuk menjaga kualitas aset. Dengan strategi tersebut, tren NPL konstruksi diharapkan terus menurun seiring membaiknya portofolio kredit perseroan.
“Kita sudah very selektif banget hari ini. Sudah single digit tren NPL Konstruksi,” pungkasnya.
Sebagai catatan, per September 2025 NPL kredit konstruksi BTN tercatat sebesar 15,6 persen, turun dari 18,2 persen pada September 2024. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting RUPST OCBC sepakat untuk membagikan dividen tunai Rp1,03 triliun atau Rp45 per saham… Read More
Poin Penting ALFI mendesak pemerintah melakukan harmonisasi regulasi KBLI 2025 karena dinilai memicu inefisiensi dan… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,39% ke level 7.307,58 pada perdagangan 9 April 2026. Mayoritas… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya akui miskomunikasi, sebagian pengadaan motor listrik untuk SPPG ternyata sempat disetujui.… Read More
Poin Penting Livin’ by Mandiri hadirkan QR antarnegara di Korea Selatan, memungkinkan transaksi QRIS tanpa… Read More
Poin Penting Bank Dunia memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia 2026 menjadi 4,7 persen dari 4,8… Read More