Tangkapan layar Direktur Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Tahun 2023 yang digelar daring, Rabu, 31 Januari 2024.
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI kembali mencetak rekor laba sebesar Rp60,4 triliun pada 2023. Raihan itu melonjak 17,54 persen year on year (yoy), sekaligus menjadikan BRI sebagai bank peraih laba terbesar di Tanah Air.
Direktur Utama BRI, Sunarso mengungkapkan faktor kunci di balik keberhasilan perseroan mencetak laba jumbo di tengah berbagai tantangan eksternal yang terjadi di 2023. Kunci utamanya adalah BRI dikelola secara profesional dengan menerapkan prinsip tata kelola perusahaan yang baik (good corporate governance/GCG).
“Apa yang menjadikan laba BRI terus tumbuh? Secara filosofis, apa membuat laba tumbuh terus dan menjadi yang terbesar di industri perbankan Indonesia karena BRI dikelola secara profesional dengan mengedepankan prinsip GCG yang benar. Itu jawabannya,” ungkap Sunarso dalam Press Conference Paparan Kinerja Keuangan BRI Tahun 2023 yang digelar daring, Rabu, 31 Januari 2024.
Baca juga: Cetak Rekor! Laba BRI 2023 Tembus Rp60,4 Triliun, Melesat 17,5 Persen
Berkat dikelola tim profesional dengan penerapan GCG yang baik, termasuk risk managament yang memadai, lanjut Sunarso, BRI bisa menikmati hasilnya, berupa capaian laba Rp60,4 triliun sepanjang tahun lalu.
Pencapaian itu juga disokong keberhasilan BRI dalam menerapkan strategic response yang cepat dan tepat dalam menghadapi sejumla tantangan. Berkat itu pula, perseroan mampu mengubah tantangan yang ada menjadi sebuah kesempatan, dan mengubah kesulitan menjadi kemudahan.
“Secara keseluruhan BRI menjadi semakin tangguh, kuat, dan hebat,” tegasnya.
Sunarso menambahkan, sepanjang tahun lalu, industri perbankan dihadapkan pada sejumlah tantangan eksternal. Mulai dari tingkat suku bunga dan inflasi tinggi, meningkatnya ketidakpastian akibat ketegangan geopolitik, hingga kolapsnya beberapa bank di Amerika Serikat.
Baca juga: Rasio Kredit UMKM BRI Capai 84,4 Persen, Tembus Rp1.068,7 Triliun di 2023
Performa apik BRI juga didukung penyaluran kredit yang tumbuh dua digit, kualitas aset yang terjaga dan likuiditas yang memadai. Dengan struktur dana pihak ketiga (DPK) yang difokuskan pada dana murah (CASA). Peningkatan efisiensi berkat transformasi digital BRI juga memberi kontribusi signifikan.
Sebagai informasi, laba BRI juga ditopang kredit yang naik 11,2 persen menjadi Rp1.266,4 triliun. Ekspansi kredit juga didukung likuiditas memadai meski DPK hanya tumbuh 3,9 persen, atau menjadi Rp1.358,3 triliun. Secara konsolidasi, BRI menutup tahun buku 2023 dengan total aset mencapai Rp1.965 triliun, tumbuh 5,3 persen secara tahunan. (*) Ari Astriawan
Poin Penting 15,2 juta NIB diterbitkan, 14,9 juta untuk usaha mikro; masih ada 40 juta… Read More
Poin Penting Pemerintah memperpanjang penempatan Rp200 triliun di bank-bank milik negara hingga September 2026 untuk… Read More
Poin Penting Studi CELIOS menunjukkan Program MBG bisa membuang 62–125 juta porsi/minggu, merugikan negara Rp622… Read More
Poin Penting OJK menegaskan tidak ada perpanjangan waktu, semua UUS asuransi wajib spin off paling… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa ungkap sudah ada sejumlah pendaftar calon ADK OJK, terutama… Read More
Poin Penting Pemerintah memastikan dana THR 2026 sebesar Rp55 triliun telah siap dan tinggal menunggu… Read More