Poin Penting
Jakarta – Pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 masih tumbuh single digit atau tepatnya 9,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski masih dalam kisaran target Bank Indonesia (BI), angka tersebut menjadi tantangan bagi industri perbankan
Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, mengatakan perlambatan dipengaruhi faktor permintaan, terutama dari kredit konsumsi dan UMKM.
Secara rinci, pertumbuhan kredit konsumsi turun dari 62,9 persen menjadi 13,4 persen. Sementara kredit UMKM melemah dari 78,4 persen menjadi 58,8 persen.
“Di sisi lain, rata-rata undisbursed loan justru meningkat menjadi secara rata-rata sebesar 10,22 persen. Artinya, fasilitas kredit yang sudah disetujui oleh bank dan likuiditas tersedia tetapi realisasi penarikan tertahan. Ini mencerminkan sikap wait and see dari dunia usaha dan juga rumah tangga sebagai nasabah individu,” kata Hery dalam Economic Outlook di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.
Baca juga: Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen
Sehingga, menurutnya, tantangan kredit saat ini bukan dari sisi penawaran. Pemerintah telah menyediakan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun.
Namun, hambatan utama berasal dari rendahnya kepercayaan calon nasabah dan prospek usaha. Penguatan keyakinan pelaku usaha dinilai penting untuk mendorong permintaan kredit.
Adapun, perlambatan kredit telah terjadi sejak 2024 hingga 2025. Di saat yang sama, rasio kredit macet atau Net Performing Loan (NPL) meningkat sejak Desember 2024 dan bertahan di level lebih tinggi.
“Hal ini menunjukkan tekanan arus kas pelaku UMKM belum sepenuhnya pulih. Kombinasi pertumbuhan yang melemah dan risiko kredit yang naik menuntut pendekatan yang lebih selektif berbasis mitigasi risiko,” imbuhnya.
Baca juga: OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026
Ke depan, Hery menegaskan ekspansi kredit UMKM tetap penting. Namun, harus didukung ekosistem arus kas yang lebih terukur serta sistem peringatan dini (early warning system) yang lebih kuat. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Jobstreet meluncurkan fitur Basic Talent Search yang memberi akses hingga 50 juta profil… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR menetapkan Friderica Widyasari Dewi sebagai Ketua OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Komisi XI DPR RI menetapkan lima anggota Dewan Komisioner OJK periode 2026–2031 setelah… Read More
Poin Penting Bank Aladin Syariah menargetkan pertumbuhan 9-11 persen pada 2026 dengan memperkuat layanan digital… Read More
Poin Penting BNI membuka layanan terbatas di 23 outlet pada 20 Maret 2026 dan 32… Read More
Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) menyelenggarakan acara buka bersama yang dihadiri oleh anggota sekaligus… Read More