Perbankan

Bos BRI Ungkap Alasan Kredit Perbankan Melambat di 2025

Poin Penting

  • Pertumbuhan kredit perbankan 2025 melambat ke 9,69% (yoy), dipicu turunnya permintaan kredit konsumsi dan UMKM serta sikap wait and see pelaku usaha.
  • Undisbursed loan naik 10,22%, menunjukkan likuiditas tersedia namun penarikan kredit tertahan karena faktor kepercayaan dan prospek usaha.
  • Risiko kredit meningkat seiring naiknya NPL sejak akhir 2024, sehingga ekspansi UMKM perlu lebih selektif dengan mitigasi risiko dan sistem peringatan dini yang kuat.

Jakarta – Pertumbuhan kredit perbankan sepanjang 2025 masih tumbuh single digit atau tepatnya 9,69 persen secara tahunan (year-on-year/yoy). Meski masih dalam kisaran target Bank Indonesia (BI), angka tersebut menjadi tantangan bagi industri perbankan

Direktur Utama PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), Hery Gunardi, mengatakan perlambatan dipengaruhi faktor permintaan, terutama dari kredit konsumsi dan UMKM.

Secara rinci, pertumbuhan kredit konsumsi turun dari 62,9 persen menjadi 13,4 persen. Sementara kredit UMKM melemah dari 78,4 persen menjadi 58,8 persen.

“Di sisi lain, rata-rata undisbursed loan justru meningkat menjadi secara rata-rata sebesar 10,22 persen. Artinya, fasilitas kredit yang sudah disetujui oleh bank dan likuiditas tersedia tetapi realisasi penarikan tertahan. Ini mencerminkan sikap wait and see dari dunia usaha dan juga rumah tangga sebagai nasabah individu,” kata Hery dalam Economic Outlook di Jakarta, Kamis, 19 Februari 2026.

Baca juga: Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan 4,75 Persen

Sehingga, menurutnya, tantangan kredit saat ini bukan dari sisi penawaran. Pemerintah telah menyediakan dana Saldo Anggaran Lebih (SAL) sebesar Rp200 triliun.

Namun, hambatan utama berasal dari rendahnya kepercayaan calon nasabah dan prospek usaha. Penguatan keyakinan pelaku usaha dinilai penting untuk mendorong permintaan kredit.

NPL Naik, Perbankan Diminta Lebih Selektif

Adapun, perlambatan kredit telah terjadi sejak 2024 hingga 2025. Di saat yang sama, rasio kredit macet atau Net Performing Loan (NPL) meningkat sejak Desember 2024 dan bertahan di level lebih tinggi.

“Hal ini menunjukkan tekanan arus kas pelaku UMKM belum sepenuhnya pulih. Kombinasi pertumbuhan yang melemah dan risiko kredit yang naik menuntut pendekatan yang lebih selektif berbasis mitigasi risiko,” imbuhnya.

Baca juga: OJK Targetkan Kredit Perbankan Tumbuh hingga 12 Persen di 2026

Ke depan, Hery menegaskan ekspansi kredit UMKM tetap penting. Namun, harus didukung ekosistem arus kas yang lebih terukur serta sistem peringatan dini (early warning system) yang lebih kuat. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Pengumuman! Mulai 1 April 2026, Beli BBM Subsidi Dibatasi 50 Liter per Hari

Poin Penting Pemerintah membatasi pembelian BBM subsidi (Pertalite dan solar) maksimal 50 liter per kendaraan… Read More

10 hours ago

Laba Bank Mega Tumbuh 28 Persen pada 2025

Sepanjang tahun 2025, laba bersih Bank Mega pada tahun 2025 tumbuh sebesar 28% menjadi Rp3,36… Read More

10 hours ago

Refocusing Anggaran, Pemerintah Klaim Bisa Hemat Rp130 Triliun

Poin Penting Pemerintah melakukan efisiensi dan refocusing anggaran K/L untuk merespons dampak konflik Timur Tengah… Read More

10 hours ago

Penyaluran MBG Dipangkas, Potensi Hemat Bisa Tembus Rp20 Triliun

Poin Penting Pemerintah mengurangi pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) dari 6 hari menjadi 5… Read More

11 hours ago

KB Bank Bidik Pembiayaan Wholesale Tumbuh 70 Persen di 2026, Begini Strateginya

Poin Penting Kontribusi segmen wholesale mencapai sekitar 64 persen dari total portofolio kredit 2025 dan… Read More

11 hours ago

Airlangga Klaim Penerapan WFH Bisa Hemat APBN Rp6,2 Triliun

Poin Penting Kebijakan WFH berpotensi menghemat APBN sebesar Rp6,2 triliun dari kompensasi BBM, serta menekan… Read More

11 hours ago