Direktur Utama BRI Hery Gunardi
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) memberikan bocoran terkait besaran rasio pembagian dividen kepada pemegang saham untuk tahun buku 2025.
Direktur Utama BRI Hery Gunardi menyampaikan, penetapan besaran rasio dividen akan disesuaikan dengan berbagai aspek, seperti kondisi struktur permodalan atau capital adequacy ratio (CAR) perseroan, termasuk strategi pertumbuhan yang diarahkan untuk menopang keberlanjutan bisnis ke depan.
“Jadi pada saat ini kondisi permodalan BRI sangat memadai, sangat kuat gitu. Sebagaimana tadi disampaikan bahwa CAR kita berada di sekitar 23,52 persen. Angka ini sangat jauh, sangat tinggi dibandingkan dengan apa yang dipersyaratkan oleh regulator,” kata Hery dalam konferensi pers kinerja 2025, Kamis, 26 Februari 2026.
Baca juga: BRI Cetak Laba Rp57,13 Triliun Sepanjang 2025
Dengan kondisi tersebut, Hery menyatakan BRI memiliki ruang untuk memberikan dividend payout ratio yang lebih tinggi dari capaian historis sebelumnya.
“Mempertimbangkan kondisi tersebut, seyogyanya kami memiliki ruang untuk memberikan dividen dengan payout ratio yang lebih tinggi dibandingkan dengan level histori yang selama ini ada,” ungkapnya.
Baca juga: Bos BRI: Fundamental Perbankan Solid, tapi Tantangan dari Sisi Permintaan Kredit
Hery menambahkan, langkah ini merupakan upaya BRI untuk senantiasa memberikan nilai tambah yang berkelanjutan kepada para pemegang saham serta meningkatkan kondisi permodalan agar lebih optimal.
“Termasuk juga nanti ROE (return on equity) ikut naik tuh. Kalau misalnya dividennya lebih besar diberikan, return on equity-nya BRI juga akan lebih tinggi,” jelas Hery.
Adapun untuk tahun buku 2024, BRI membagikan total dividen tunai yang dibagikan sebesar-besarnya Rp51,73 triliun atau Rp343,40 per saham. Angka tersebut sudah termasuk dividen interim sebesar Rp135 per saham atau setara Rp20,33 triliun. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Target kredit 2026 sebesar 7–9 persen, lebih rendah dari realisasi 2025 yang tumbuh… Read More
Poin Penting BEI melakukan evaluasi mayor dan minor sejumlah indeks untuk periode Februari 2026, dengan… Read More
Poin Penting Empat alumni LPDP telah mengembalikan dana hingga Rp2 miliar per orang karena tidak… Read More
Poin Penting WSKT dan Kementerian PU bangun 5 blok Huntara di Aceh Utara, menampung hingga… Read More
Poin Penting OJK menetapkan free float minimum saham menjadi 15 persen, naik dari 7,5 persen,… Read More
Poin Penting Grab melalui A5-DB Holdings menambah kepemilikan saham Superbank (SUPA) sebanyak 253,91 juta saham… Read More