Jakarta – PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk atau BRI (BBRI) menyatakan bahwa akan membagikan dividen untuk tahun buku 2023 sebanyak 70 persen dari laba yang dihasilkan oleh perusahaan.
Hal itu diungkapkan oleh, Direktur Utama BRI, Sunarso dalam Konferensi Pers Public Expose Live secara virtual di Jakarta, 30 November 2023.
“Kita ingin targetkan dari laba yang diperoleh BRI berapa pun, minimal 70 persen bisa kita bagikan dalam bentuk dividen,” ucap Sunarso.
Baca juga: BCA Mau Bagi Dividen di Desember 2023, Segini Besarannya?
Kemudian, Sunarso menuturkan bahwa, perkiraan laba yang akan diraih oleh BRI hingga akhir 2023 minimal sebesar Rp55 triliun. Hal ini dikarenakan per September 2023 BRI telah mampu meraih laba sebanyak Rp44 triliun.
“Mudah-mudahan, karena sampai September kan kita sudah membukukan laba Rp44 triliun, jadi kalau di Desember kita targetkan Rp55 triliun atau mungkin itu minimal ya gitu, mungkin lebih-lebih dikit ya boleh lah, kira-kira seperti itu,” imbuhnya.
BRI sendiri telah berhasil menyalurkan kredit sebanyak Rp1.250,72 triliun atau mengalami pertumbuhan sebesar 12,53 persen secara tahunan.
Adapun komposisi kredit didominasi oleh sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) sebanyak 83,06 persen atau mencapai Rp1.038,90 triliun.
Lebih lanjut, BRI juga membukukan pendapatan bunga sebesar Rp138,64 triliun atau tumbuh 13,91 persen dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak Rp96,50 triliun.
Baca juga: Bank Mandiri Kasih Bocoran Pembagian Dividen Tahun Buku 2023, Berapa Kira-Kira?
Lalu, Dana Pihak Ketiga (DPK) BRI juga ikut tumbuh sebesar 13,21 persen menjadi Rp1.290,29 triliun. Ini didorong oleh dana murah atau current account saving account (CASA) sebesar 63,64 persen dari seluruh total DPK.
Raihan tersebut mendongkrak total aset BRI. Per September 2023, total aset mencapai Rp1.851,97 triliun dari Rp1.726 triliun pada periode yang sama tahun sebelumnya atau meningkat 9,93 persen secara tahunan. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More
Poin Penting IHSG melonjak 4,42% ke level 7.279, dengan mayoritas saham (623) ditutup menguat. Seluruh… Read More