Jakarta – Royke Tumilaar, Direktur Utama Bank BNI menyebut pertumbuhan kredit perbankan pada tahun 2022 bisa menyentuh double digit. Ia menilai upaya yang dilakukan oleh Pemerintah, BI, dan OJK saat ini terbukti efektif dapat memacu pertumbuhan kredit dengan suku bunga yang rendah.
“Jika pemulihan ekonomi terus berlanjut, BNI memproyeksikan pertumbuhan kredit bisa tinggi, mendekati dua digit di tahun depan,” ujar Royke pada paparan virtualnya, 22 November 2021.
Ia mengungkapkan, tren pertumbuhan kredit perbankan saat ini sudah positif sebesar 1,1% yoy per Agustus 2021. Selain itu, suku bunga kredit juga terus menurun. Suku bunga kredit produktif, modal kerja dan investasi saat ini sudah single digit, mendekati 8%. Dengan ini, ia percaya pertumbuhan kredit akan semakin baik seiring dengan pemulihan ekonomi.
Meskipun demikian, Royke mewanti-wanti agar setiap pihak mewaspadai kenaikan suku bunga Bank Sentral AS, The Federal Reserve yang diprediksi akan naik di pertengahan tahun depan. Kenaikan suku bunga The Fed berpotensi membuat BI untuk menaikkan suku bunga acuan.
“Kenaikan suku bunga akan berdampak pada cost of fund dan DPK perbankan sehingga untuk mendukung pertumbuhan kredit dengan suku buga rendah, kebijakan relaksasi yang diberikan BI selama ini terkait GWM dan RIM diharapkan dapat diperpanjang agar dapat menekan biaya cost of fund perbankan,” ucapnya.
Selain itu, Royke juga mengingatkan agar regulator memperhatikan regulasi untuk menjaga level kompetisi yang sehat. Sebabnya adalah mulai maraknya bank memberikan tabungan dengan tingkat suku bunga yang tinggi. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Bank Panin mencatatkan laba bersih Rp2,87 triliun, naik tipis 0,13 persen yoy, ditopang… Read More
Poin Penting DJP mencatat penerimaan pajak ekonomi digital mencapai Rp47,18 triliun hingga Januari 2026, didominasi… Read More
Poin Penting RUPST Bank Jateng mengangkat Bambang Widiyatmoko sebagai Direktur Utama, menggantikan Irianto Harko Saputro.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup stagnan di zona hijau pada level 8.235,48, dengan 341 saham menguat,… Read More
Poin Penting Bank Indonesia menilai kredit terhambat suku bunga masih tinggi dan special rate deposan… Read More
Poin Penting Target penjualan Rp5,5 triliun pada 2026 ditopang Paramount Gading Serpong dan Paramount Petals.… Read More