Jakarta – Bank Indonesia (BI) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi RI akan moncer pada 2024 di level 5,5 persen secara year on year (yoy). Pertumbuhan ini dipengaruhi oleh membaiknya ekspor yang sejalan dengan peningkatan pertumbuhan ekonomi dunia.
“Bank Indonesia memperkirakan pertumbuhan ekonomi RI pada 2024 akan meningkat di level 4,7 persen hingga 5,5 persen,” kata Gubernur BI Perry Warjiyo dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) periode Februari, Rabu (21/2/2024).
Baca juga: Tok! BI Kembali Tahan Suku Bunga Acuan di Level 6 Persen
Ia mengatakan, untuk mendukung pertumbuhan ekonomi RI berkelanjutan, BI meminta pemerintah untuk mendorong konsumsi rumah tangga dan investasi khususnya nonbangunan.
“Bank Indonesia akan memperkuat kebijakan makro bauran melalui kebijakan makroprudensial dan kebijakan sistem pembayaran,” jelasnya.
Tak ketinggalan turut serta bersinergi dengan stimulus fiskal pemerintah untuk mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya dari sisi permintaan domestik.
Baca juga: Pelemahan Ekonomi China dan Hong Kong Bawa Berkah Bagi RI, Kok Bisa?
BI mencatat, hingga Januari 2024, neraca perdagangan Indonesia masih baik dengan berlanjutnya surplus. Sementra itu, neraca pembayaran dinilai tetap kuat karena ditopang oleh ketahanan eksternal neraca pembayaran yang diperkirakan surplus,.
Hal ini dipengaruhi oleh defisit transaksi berjalan yang terbatas dan surplus transaksi modal serta finansial. (*)
Editor: Galih Pratama
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More
Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More
Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More