Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (the Fed) masih akan menurunkan suku bunga acuan dua kali lagi hingga kuartal I 2026.
“Untuk Fed Funds Rate (FFR) setelah penurunan terakhir bulan kemarin. Kami masih perkirakan sekali lagi FFR akan turun di tahun ini dan sekali lagi di kuartal I 2026. Memang dari pasar masih memperkirakan dua kali lagi tahun ini dan satu kali tahun depan, tetapi kami perkirakan satu kali tahun ini dan tahun depan,” kata Perry dalam konferensi pers KSSK IV 2025, Senin, 3 November 2025.
Baca juga: Begini Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed hingga Akhir 2025
Sementara itu, BI juga masih membuka ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. Hal itu sejalan sikap the Fed yang turut menjadi acuan bagi bagi sejumlah bank sentral di dunia.
Meski demikian, Perry masih akan mempertimbangkan kondisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi saat memutuskan suku bunga acuan.
“Kami sudah sampaikan bahwa ada ruang penurunan BI Rate ke depan. Mengenai waktu dan besarnya yang kami pertimbangkan adalah seberapa besar inflasi ke depan dan ruang mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas Perry.
Adapun dalam rapat kebijakan moneter atau Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Oktober 2025, the Fed memutuskan untuk menurunkan kisaran target federal funds reserve sebesar 0,25 basis poin sehingga menjadi 3,75 hingga 4 persen.
Di dalam negeri, jejak September 2024 hingga September 2025 BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak enam kali dengan total penurunan suku bunga acuan 150 basis poin.
Baca juga: BI Dorong Bank Percepat Turunkan Suku Bunga Kredit, Begini Respons BCA
Saat ini BI masih melihat kondisi stabilitas nilai tukar rupiah dan efektivitas transmisi kebijakan yang telah ditempuh.
“Bagaimana penurunan BI rate diikuti penurunan deposito dan lending. Bagaimana kelonggaran ekspansi moneter dan makroprudensial dan termasuk tambahan dana Rp200 triliun dari pemerintah untuk mendorong kredit dan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More
Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More
Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More
Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More