Moneter dan Fiskal

Bos BI Perkirakan The Fed Bakal Pangkas Suku Bunga 2 Kali Lagi hingga Kuartal I 2026

Poin Penting

  • BI prediksi The Fed masih akan menurunkan suku bunga acuan dua kali lagi—masing-masing satu kali pada akhir 2025 dan satu kali di kuartal I 2026.
  • BI membuka peluang penurunan BI Rate lanjutan, dengan keputusan bergantung pada kondisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi domestik.
  • Sejak September 2024 hingga September 2025, BI sudah memangkas suku bunga acuan sebesar 150 basis poin, sambil menjaga stabilitas rupiah dan efektivitas transmisi kebijakan moneter.

Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan bank sentral Amerika Serikat (AS) atau Federal Reserve (the Fed) masih akan menurunkan suku bunga acuan dua kali lagi hingga kuartal I 2026.

“Untuk Fed Funds Rate (FFR) setelah penurunan terakhir bulan kemarin. Kami masih perkirakan sekali lagi FFR akan turun di tahun ini dan sekali lagi di kuartal I 2026. Memang dari pasar masih memperkirakan dua kali lagi tahun ini dan satu kali tahun depan, tetapi kami perkirakan satu kali tahun ini dan tahun depan,” kata Perry dalam konferensi pers KSSK IV 2025, Senin, 3 November 2025.

Baca juga: Begini Peluang Pemangkasan Suku Bunga The Fed hingga Akhir 2025

Sementara itu, BI juga masih membuka ruang untuk menurunkan suku bunga acuan atau BI Rate. Hal itu sejalan sikap the Fed yang turut menjadi acuan bagi bagi sejumlah bank sentral di dunia.

Meski demikian, Perry masih akan mempertimbangkan kondisi inflasi dan pertumbuhan ekonomi saat memutuskan suku bunga acuan. 

“Kami sudah sampaikan bahwa ada ruang penurunan BI Rate ke depan. Mengenai waktu dan besarnya yang kami pertimbangkan adalah seberapa besar inflasi ke depan dan ruang mendorong pertumbuhan ekonomi,” pungkas Perry.

Adapun dalam rapat kebijakan moneter atau Federal Open Market Committee (FOMC) meeting pada Oktober 2025, the Fed memutuskan untuk menurunkan kisaran target federal funds reserve sebesar 0,25 basis poin sehingga menjadi 3,75 hingga 4 persen.

Di dalam negeri, jejak September 2024 hingga September 2025 BI telah menurunkan suku bunga acuan sebanyak enam kali dengan total penurunan suku bunga acuan 150 basis poin.

Baca juga: BI Dorong Bank Percepat Turunkan Suku Bunga Kredit, Begini Respons BCA

Saat ini BI masih melihat kondisi stabilitas nilai tukar rupiah dan efektivitas transmisi kebijakan yang telah ditempuh.

“Bagaimana penurunan BI rate diikuti penurunan deposito dan lending. Bagaimana kelonggaran ekspansi moneter dan makroprudensial dan termasuk tambahan dana Rp200 triliun dari pemerintah untuk mendorong kredit dan pertumbuhan ekonomi,” imbuhnya. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

KCIC Pastikan Whoosh Aman di Tengah Cuaca Ekstrem, Sensor Berjalan Optimal

Poin Penting Kereta Whoosh sempat berhenti akibat seng di jalur, namun sensor mendeteksi dini dan… Read More

9 hours ago

RI-Jepang Teken MoU Rp384 T, DPR Soroti Realisasi di Lapangan

Poin Penting Jepang menandatangani MoU investasi senilai Rp384 triliun dengan Indonesia. Kerja sama mencakup sektor… Read More

9 hours ago

Tiga Prajurit TNI Gugur di Lebanon, RI Desak Investigasi dan Evaluasi UNIFIL

Poin Penting Tiga prajurit TNI gugur dan tiga lainnya terluka dalam misi UNIFIL di Lebanon.… Read More

10 hours ago

Saham Bank INFOBANK15 Bergerak Variatif di Akhir Pekan, Ini Rinciannya

Poin Penting IHSG ditutup turun 2,19% pada 2 April 2026, diikuti pelemahan seluruh indeks utama.… Read More

16 hours ago

BEI Rangkum 5 Saham Pemberat IHSG Pekan Ini

Poin Penting IHSG melemah 0,99% sepekan, dengan lima saham utama menjadi penekan terbesar indeks. BREN… Read More

16 hours ago

IHSG Sepekan Melemah 0,99 Persen, Kapitalisasi Pasar jadi Rp12.305 Triliun

Poin Penting IHSG melemah 0,99% dalam sepekan ke level 7.026,78, seiring mayoritas indikator pasar saham… Read More

17 hours ago