Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo saat menyampaikan paparan dalam konferensi pers Hasil Rapat Berkala Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) I Tahun 2026 di Jakarta, Selasa (27/1). (Foto: Erman Subekti)
Poin Penting
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo optimis nilai tukar rupiah akan menguat secara fundamental. Keyakinan ini didorong oleh inflasi rendah, pertumbuhan ekonomi yang akan membaik, imbal hasil investasi yang menarik, dan komitmen BI dalam stabilisasi nilai tukar rupiah.
“(Pelemahan) nilai tukar ini adalah karena faktor-faktor kita sebut technical, faktor-faktor karena jangka pendek. Secara fundamental, nilai tukar rupiah itu akan menguat,” kata Perry dalam konferensi pers KSSK, Selasa, 27 Januari 2026.
Perry menyebutkan, nilai tukar rupiah pada 31 Desember 2025 tercatat sebesar Rp16.675 per dolar AS melemah 3,48 persen poin to poin (ptp) dibandingkan akhir 2024. Selanjutnya, hingga 23 Januari 2026, nilai tukar rupiah tercatat sebesar Rp16.815 per dolar AS, atau mengalami pelemahan sebesar 0,83 persen dibandingkan dengan level akhir Desember 2025.
Baca juga: Bos LPS Sentil Bank yang Belum Turunkan Suku Bunga Simpanan
Baca juga: Rupiah Diproyeksi Menguat Terbatas, Investor Timbang Faktor Thomas Jadi DG BI
Ia mengungkapkan, pelemahan nilai tukar rupiah tersebut dipengaruhi oleh aliran keluar modal asing akibat meningkatnya ketidakpastian pasar keuangan global.
“Selain itu, kenaikan permintaan valas oleh perbankan dan korporasi domestik yang sejalan dengan kegiatan ekonomi, turut memengaruhi kinerja rupiah,” pungkasnya.
Ke depan, BI berkomitmen untuk menjaga stabilitas nilai tukar rupiah termasuk melalui intervensi terukur di transaksi Non-Deliverable Forward (NDF), Domestic Non- Deliverable Forward (DNDF), dan pasar spot, serta memperkuat strategi operasi moneter pro- market. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting PT Bank Muamalat Indonesia Tbk dan PT Insight Investments Management meluncurkan Reksa Dana… Read More
Poin Penting Badan Pengelola Tabungan Perumahan Rakyat mencatat penyaluran FLPP Januari 2026 sebanyak 7.312 unit… Read More
Poin Penting BPR NBP Group menggelar Gebyar Undian Tabungan PUNDI di Jonggol dengan hadiah 2… Read More
Poin Penting Bank Raya mendorong akselerasi ekonomi digital melalui pendampingan delapan klaster unggulan dan lebih… Read More
Poin Penting Tahun Kuda Api membawa energi besar yang membuka peluang cuan sekaligus meningkatkan risiko… Read More
Poin Penting Prabowo menekankan dua hal krusial dalam rapat, yakni manfaat maksimal bagi kepentingan nasional… Read More