Ilustrasi: Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (Foto: Erman Subekti)
Jakarta – Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo memproyeksikan nilai tukar rupiah akan tetap berada di level Rp16.200 per dolar Amerika Serikat (AS) hingga kuartal II 2024.
Berdasarkan data Bloomberg, rupiah ditutup menguat 65 poin atau 0,40 persen di level Rp 16.155 per USD pada perdagangan hari ini, Rabu (24/4/2024).
Meski demikian, Perry meyakini rupiah bakal menguat mulai di kuartal III 2024 yakni Rp16.000 per dolar AS.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Tertekan, Analis: Hanya Lonjakan Temporer
“Kami meyakini rupiah akan tetap stabil di sekitar Rp16.200 di kuartal II ini, dan akan menguat ke arah rata rata Rp16.000 di kuartal III 2024,” kata Perry dalam RDG, Rabu 24 April 2024.
Bahkan, di kuartal IV 2024, Perry juga optimis rupiah akan terus menguat hinga ke level Rp15.800 per dolar AS.
Seperti diketahui, BI-Rate pada April 2024 naik sebesar 25 bps menjadi 6,25 persen. Setelah, 5 bulan berturut-turut BI mempertahankan suku bunganya atau sejak November 2023.
Baca juga: Nilai Tukar Rupiah Terhadap Dolar AS Tertekan, Analis: Hanya Lonjakan Temporer
Perry mengatakan kenaikan suku bunga acuan BI disebabkan oleh adanya dinamika global yang bergerak sengat cepat, serta untuk menjaga nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS).
“BI Rate naik 25 bps itu untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari kemungkinan meningkatnya risiko global ke arah potensial risk agar tetap stabil kedepannya. Dan juga untuk pre-emptive dan forward looking untuk memastikan sasaran inflasi 2,5±1 persen,” pungkasnya. (*)
Editor: Galih Pratama
Jakarta - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menegaskan bahwa informasi yang menyebut Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa… Read More
Poin Penting OJK mendorong keterbukaan informasi pasar modal melalui sistem pelaporan elektronik AKSes KSEI dan… Read More
Poin Penting Penjualan emas BSI tembus 2,18 ton hingga Desember 2025, dengan jumlah nasabah bullion… Read More
Poin Penting Transaksi Syariah Card Bank Mega Syariah melonjak 48% pada Desember 2025 dibandingkan rata-rata… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tengah membahas penambahan satu lapisan cukai rokok untuk memberi… Read More
Poin Penting Permata Bank mulai mengkaji pengembangan produk BNPL/paylater, seiring kebijakan terbaru regulator, namun belum… Read More