News Update

Bos BEI Bidik Pasar Modal Indonesia Masuk Top 10 Bursa Dunia

Poin Penting

  • BEI menargetkan pasar modal RI masuk 10 besar bursa dunia pada 2030 melalui Master Plan 2026–2030.
  • Target 2026 mencakup RNTH Rp15 triliun, 555 pencatatan efek termasuk 50 saham baru, serta dua juta investor baru.
  • BEI optimistis pasar terus menguat, meski tidak menetapkan target IHSG, dengan IHSG dibuka naik 0,49% di awal 2026.

Jakarta – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) menyampaikan sejumlah tujuan strategis untuk periode 2026-2030 dalam rangka menjaga momentum pertumbuhan pasar modal Indonesia.

Direktur Utama BEI, Iman Rachman, berharap pasar modal Indonesia dapat masuk ke dalam jajaran top 10 bursa dunia berdasarkan kapitalisasi pasar atau nilai transaksi sekaligus memberikan manfaat optimal bagi investor, emiten, dan perekonomian nasional.

“BEI juga menetapkan sejumlah asumsi berdasarkan kondisi makroekonomi nasional dan global. BEI mengasumsikan nilai RNTH pada tahun 2026 pada angka Rp15 triliun. Dari sisi pecatatan, kami menargetkan 555 pecatatan efek di tahun 2026, di antaranya 50 saham baru,” kata Iman dalam sambutannya di Jakarta, Jumat, 2 Januari 2026.

Baca juga: IHSG Sesi I Ditutup Lanjut Menguat ke Posisi 8.724

Iman menambahkan, BEI juga akan terus memanfaatkan berbagai hal dan kanal distribusi informasi untuk mencapai target pertumbuhan jumlah investor pasar modal Indonesia, sebanyak dua juta investor baru pada 2026. 

“Kami percaya agar terwujud visi ini dibutuhkan sinergi seluruh stakeholder, untuk itu kami sangat mengharapkan dukungan dan kolaborasi dari emiten, anggota bursa, dan seluruh pemangku kepentingan agar Master Plan BEI 2026-2030 dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi pasar modal Indonesia,” imbuhnya.

Sementara itu, terkait dengan target Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ke level 10.000 oleh Menteri Keuangan RI, Purbaya Yudhi Sadewa, Iman menegaskan pihak BEI tak memberikan target pada indeks, namun pihaknya tetap optimis IHSG dapat terus bergerak positif.

“Saya tidak targetin indeks, optimisme iya,” tegas Iman.

Baca juga: Purbaya: Akhir 2026 IHSG Berpotensi Tembus 10.000, Ini Kalkulasinya

Adapun, pada perdagangan perdana 2026 Jumat (2/1) IHSG dibuka menguat ke level 8.689,18 dari posisi sebelumnya 8.646,93 atau naik 0,49 persen.

Kemudian, berdasarkan statistik RTI Business, hingga awal perdagangan, tercatat sebanyak 674,59 juta saham diperdagangkan dengan frekuensi perpindahan tangan mencapai 82 ribu kali, serta total nilai transaksi sebesar Rp420,23 miliar. (*)

Editor: Yulian Saputra

Khoirifa Argisa Putri

Recent Posts

HSBC dan ANA Kembali Gelar Travel Fair 2026, Simak Promo Penawarannya!

Poin Penting HSBC ANA Travel Fair 2026 digelar 22–25 Januari, menawarkan tiket murah dan promo… Read More

2 hours ago

LPS Klaim Suku Bunga Simpanan Bank dalam Tren Menurun

Poin Penting Suku bunga simpanan bank turun, SBP rupiah menjadi 3,14% dan SBP valas 2,79%… Read More

2 hours ago

Kemenkeu Gelontorkan Rp3.842,7 Triliun untuk Belanja 2026, Utamakan Sektor Ini

Poin Penting Belanja APBN 2026 Rp3.842,7 triliun, difokuskan ke sektor prioritas seperti pangan, energi, MBG,… Read More

2 hours ago

Kemenkeu PD Ekonomi RI Tumbuh 5,4 Persen Lebih di 2025 dan 2026, Ini Sebabnya

Poin Penting Kemenkeu optimistis ekonomi RI tumbuh di atas 5% pada 2025-2026, dengan proyeksi APBN… Read More

3 hours ago

Di Tengah Ketidakpastian Ekonomi, CFO Jalankan Peran Strategis sebagai Navigator Perusahaan

Poin Penting Peran CFO semakin strategis sebagai navigator perusahaan dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi, risiko global,… Read More

3 hours ago

APBN 2025 Defisit 2,92 Persen, Wamenkeu Bilang Begini

Poin Penting APBN 2025 mencatat defisit 2,92 persen PDB, tetap dijaga di bawah batas 3… Read More

4 hours ago