Perbankan

Bos BCA: Tahun Politik Tak Pengaruhi Pertumbuhan DPK

Jakarta – Menjelang pemilihan presiden (Pilpres) atau tahun politik 2024, PT Bank Central Asia Tbk (BBCA) melihat bahwa momentum tersebut belum secara langsung berkaitan dengan peluang dana pihak ketiga (DPK) perusahaan.

Presiden Direktur BBCA, Jahja Setiaatmadja, mengatakan bahwa, memasuki tahun politik 2024, perusahaan akan terus menjaga sistem pembayaran yang mudah digunakan oleh para nasabah.

Baca juga: Laba BCA Terbang 25,8 Persen di Kuartal III-2023 jadi Segini

“Kalau BCA dari sisi peluang ya, peluang dari DPK ya kita tidak langsung mengaitkan dengan momentum tahun politik ya, kalau kita selalu menjaga bahwa semua payment sistem kita user friendly,” ucap Jahja dalam Konferensi Pers di Jakarta, 19 Oktober 2023.

Meski begitu, Jahja menegaskan bahwa sepanjang tahun politik, BCA akan tetap memberikan pelayanan terbaik bagi para nasabah dalam melakukan transaksi. Apabila terdapat gangguan dalam pelayanan transaksi tersebut, perusahaan akan berusaha secepat mungkin dalam menyelesaikan gangguan yang ada.

“Karena tahun politik itu kan seasonal padahal kalau kita lihat membuat sistem payment kita itu perlu waktu yang lebih panjang dan konsisten, untuk jangka apakah ada pesta demokrasi atau tidak itu kami tetap memberikan layanan yang merupakan prinsip bagi BCA,” imbuhnya.

Baca juga: Tingkatkan DPK, Rasio Dana Murah BTN Naik 6,79% jadi Segini

Adapun, dari sisi pendanaan BBCA, total DPK berhasil tumbuh 6,2 persen secara tahunan menjadi Rp1.089 triliun, diikuti oleh pertumbuhan CASA yang naik 4,7 persen yoy mencapai Rp869,8 triliun per September 2023,

Di mana, pertumbuhan CASA tersebut berkontribusi hingga sekitar 80 persen dari total DPK, sehingga secara keseluruhan, mendorong total aset BCA yang meningkat 7,2 persen yoy menjadi Rp1.381 triliun. (*)

Editor: Galih Pratama

Khoirifa Argisa Putri

Bergabung dengan infobanknews.com sejak 2022. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Gunadarma bertugas meliput dan menulis berita di Bursa Efek Indonesia (BEI) seputar pasar modal dan korporasi, serta perbankan dan Industri Keuangan Non-Bank (IKNB).

Recent Posts

Perjanjian Dagang RI-AS: Era Kecemasan Sistem Pembayaran dari “Ayat-ayat Setan”

Oleh: Eko B. Supriyanto, Pemimpin Redaksi Infobank Media Group DUNIA tak lagi volatile, tapi sudah… Read More

3 hours ago

Prudential Indonesia Luncurkan PRUMapan, Sasar Kebutuhan Proteksi Generasi Sandwich

Poin Penting Prudential Indonesia meluncurkan PRUMapan, asuransi jiwa tradisional yang menyasar milenial dan Gen Z,… Read More

8 hours ago

Dana Abadi LPDP Tembus Rp180,8 Triliun, Intip Rincian Alokasi dan Penggunaannya

Poin Penting Dana abadi LPDP mencapai Rp180,8 triliun, dengan alokasi terbesar untuk pendidikan Rp149,8 triliun,… Read More

8 hours ago

MTF Telusuri Dugaan Tindak Pidana yang Mengatasnamakan Perusahaan

Poin Penting PT Mandiri Tunas Finance (MTF) melakukan penelusuran menyeluruh atas dugaan tindak pidana yang… Read More

9 hours ago

ISEI Dorong Reformulasi Kebijakan UMKM Lewat Industry Matching di Bogor

Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More

9 hours ago

Bank Mandiri Siapkan Rp44 Triliun Uang Tunai untuk Kebutuhan Ramadan-Lebaran 2026

Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More

10 hours ago