Direktur Utama BCAinsurance, Hendro Hadinoto Wenan (foto: M.Ibrahim)
Jakarta – PT Asuransi Umum BCA (BCAinsurance) membidik pertumbuhan pendapatan premi pada 2025 di level single digit. Hal ini mengingat ketidakpastian ekonomi dan konflik geopolik yang terjadi saat ini.
Direktur Utama BCAinsurance, Hendro Hadinoto Wenan, mengakui bahwa tahun 2025 masih menjadi periode yang cukup berat bagi industri asuransi, termasuk bagi perusahaannya.
“Kalau dari tahun lalu kita tumbuh single digit. Kita tetap optimis (target tahun ini) melihat bulan-bulan ke depannya,” katanya, di Jakarta, Jumat, 27 Juni 2025.
Ia menjelaskan, hingga Mei 2025, BCAinsurance masih mencatat pertumbuhan premi, meskipun nilainya masih relatif kecil.
Baca juga: Gandeng BCA Insurance, ATRIA Bidik Penjualan 30 Persen dari Produk Proteksi Furnitur
Hendro memperkirakan hingga akhir 2025, nilai premi yang berhasil dibukukan perusahaan akan mencapai sekitar 90 persen dari target yang ditetapkan.
“Karena targetnya kita bikin agak tinggi. Waktu itu target pertumbuhan preminya hampir 30 persen dari pencapaian premi di tahun 2024,” tuturnya.
Diketahui, BCAinsurance mencetak premi bruto Rp1,27 triliun pada 2024, naik 22,45 persen secara tahunan (YoY) jika dibandingkan periode sama tahun sebelumnya yakni Rp1,04 triliun.
Hendro menuturkan, untuk menggenjot raihan target tersebut, pihaknya menghadirkan berbagai inovasi produk, seperti produk asuransi furniture ATRIA Protection.
TRIA Protection menjadi hasil kolaborasi strategis antara sektor asuransi dan ritel modern yang dirancang untuk memberikan perlindungan menyeluruh terhadap produk furnitur dan matras yang dibeli oleh pelanggan.
Baca juga: Kinerja Cemerlang BCA Insurance di 2023, Laba Tumbuh 19 Persen dan Premi Tembus Rp1 Triliun
“Kerja sama dengan pihak BCA Insurance ini diharapkan bisa membawa market baru di mana porsinya itu untuk memproteksi furnitur atau matras pelanggan,” pungkasnya. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Bank OCBC NISP rencanakan buyback saham Rp1 miliar untuk remunerasi variabel manajemen dan… Read More
Poin Penting BGN siap menindaklanjuti laporan masyarakat terkait polemik menu MBG Ramadan. Anggaran bahan baku MBG ditetapkan Rp8.000–Rp10.000 per… Read More
Poin Penting Penerimaan kepabeanan dan cukai Januari 2026 tercatat Rp22,6 triliun (6,7 persen pagu APBN),… Read More
Poin Penting Presiden KSPN Ristadi meminta Presiden Prabowo membatalkan rencana impor 105 ribu kendaraan untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah gelontorkan insentif Ramadan–Lebaran Rp12,8 triliun untuk jaga daya beli dan dorong konsumsi.… Read More
Poin Penting Allo Bank membukukan laba bersih Rp574 miliar pada 2025, naik 23 persen yoy,… Read More