News Update

Bos BCA Ingatkan Pentingnya Digitalisasi untuk Genjot Kredit Saat Pandemi

Jakarta – Presiden Direktur PT Bank Central Asia Tbk (BCA) Jahja Setiaatmadja mengingatkan pentingnya digitalisasi serta virtualisasi dalam menggenjot bisnis perbankan terutama dalam penyaluran kredit ditengah pandemi Covid-19.

Dirinya tak memungkiri bahwa pandemi Covid-19 telah membuat sektor penyaluran kredit lesu, namun dengan adanya digitalisasi penyaluran kredit bisa akan terdorong.

“Ke depan yang kita hadapi persiapan digitalisasi dimana virtualisaai platfrom harus kira kembangkan. Tanpa itu kita akan kehilangan real offline market karena transisi transisi dari pasar, mall, restoran relatif belum ramai meski kini sudah agak rame namun masih 50% hingga 60% dari normal,” kata Jahja saat menghadiri diskusi The Finance dengan tema How Can Digitalization Help Financial Sector Coping With Crisis & Covid-19 Impact di Jakarta, Kamis 10 Desember 2020.

Dirinya mencontohkan, penyaluran Kredit Kendaraan Bermotor (KKB) serta Kredit Pemilikan Rumah (KPR) miliknya yang sempat turun saat awal pandemi covid-19 menghampiri Indonesia, namun keadaan tersebut mulai bangkit saat BCA menggelar virtual event mini expo di tahun 2020.

Jahja menerangkan, saat sebelum pandemi, KKB BCA bisa mencapai Rp2,5 triliun perbulan. Namun ketika bulan April pandemi merebak di Indonesia turun menjadi Rp90 miliar dan pada Mei meningkat Rp180 miliar serta bulan berikutnya Rp400 miliar. Setelah itu BCA menggelar expo pada bulan Juli sehingga KKB miliknya menanjak naik.

“Kredit bermotor awalnya hanya Rp400 miliar naik ke Rp1,5 triliun itu menyatakan bagaimana dengan virtualisasi dengan digitalisasi terjadi suatu market yang berhasil kita kembangkan,” tukas Jahja. (*)

Editor: Rezkiana Np

Suheriadi

Recent Posts

BSI Catat Pembiayaan UMKM Tembus Rp51,78 Triliun per November 2025

Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More

28 mins ago

Diam-diam Ada Direksi Bank Mandiri Serok 155 Ribu Saham BMRI di Awal 2026

Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More

6 hours ago

Astra Mau Buyback Saham Lagi, Siapkan Dana Rp2 Triliun

Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More

7 hours ago

OJK Beberkan 8 Pelanggaran Dana Syariah Indonesia, Apa Saja?

Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More

8 hours ago

Dorong Inklusi Investasi Saham, OCBC Sekuritas dan Makmur Sepakati Kerja Sama Strategis

Poin Penting OCBC Sekuritas bermitra dengan Makmur untuk menghadirkan fitur investasi saham di platform Makmur… Read More

9 hours ago

Meluruskan Penegakan Hukum Tipikor di Sektor Perbankan yang Sering “Bengkok”

Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More

12 hours ago