Ekonomi Digital

Bos Aplikasi Ojol Nyamar jadi Driver, Ini Pengakuannya usai Terjun ke Jalan

Poin Penting

  • Manajemen Maxim, termasuk Development Director Dirhamsyah, turun langsung menjadi pengemudi untuk mengevaluasi operasional dan kualitas layanan di lapangan.
  • Layanan Bike Sangat Hemat mendapat respons positif karena tarif terjangkau dan relevan sebagai penghubung ke moda transportasi umum.
  • Hasil evaluasi menunjukkan sistem dan fitur keamanan berjalan baik, namun akan ada sosialisasi lanjutan untuk meningkatkan pemahaman mitra pengemudi.

Jakarta – Alih-alih memantau dari balik meja kantor, jajaran eksekutif Maxim memilih turun langsung ke jalan. Mereka menyamar sebagai pengemudi Maxim Bike untuk merasakan secara langsung dinamika operasional sekaligus mengevaluasi kualitas layanan.

Langkah ini dilakukan oleh Development Director Maxim, Dirhamsyah, bersama para Head of Subdivision dari wilayah Jabodetabek. Selama dua hari, mereka menjalani peran sebagai pengemudi aktif, menerima rata-rata belasan pesanan per hari dari pagi hingga malam.

Untuk mendapatkan order, Dirhamsyah dan mitra pengemudi lainnya mendatangi sejumlah titik strategis seperti Sarinah, Sudirman, dan Tebet. Pengalaman tersebut memberi gambaran nyata tentang pola permintaan dan perilaku pengguna di lapangan.

Baca juga: Maxim Komentari Wacana Merger GoTo-Grab dan Risiko Monopoli

Dirhamsyah mengungkapkan, dari interaksi langsung dengan pelanggan, manajemen mencatat bahwa mayoritas pengguna tertarik menggunakan Maxim Bike karena tarifnya yang terjangkau, terutama melalui fitur Bike Sangat Hemat.

Layanan tersebut, menurutnya, dinilai relevan bagi masyarakat yang memanfaatkan transportasi daring sebagai penghubung ke moda transportasi umum seperti commuter line maupun LRT. Tarif ekonomis menjadi pertimbangan utama dalam memilih layanan.

Evaluasi Aplikasi dan Fitur Keamanan

Development Director Maxim, Dirhamsyah melakukan selfie dengan salah satu penumpang Maxim saat menyamar menjadi pengemudi ojol. (Foto: Istimewa)

Selain melayani penumpang, lanjutnya, manajemen juga menguji langsung aplikasi pengemudi. Mereka mengevaluasi kemudahan penggunaan hingga efektivitas fitur keamanan, termasuk verifikasi wajah.

Baca juga: Masuk Persaingan Dompet Digital, Maxim Perkuat Maxim Wallet KasPro

Hasil pengecekan, katanya, menunjukkan sistem berjalan dengan baik. Meski demikian, perusahaan menilai perlu ada sosialisasi lanjutan untuk meningkatkan literasi mitra pengemudi dalam memanfaatkan fitur tersebut secara optimal.

“Dengan turun langsung sebagai pengemudi, kami jadi bisa melihat sendiri bagaimana kondisi di lapangan sebenarnya. Mulai dari menerima order, bertemu penumpang, sampai menjalankan aplikasi, semuanya kami rasakan langsung. Dari situ, Maxim bisa tahu apa saja yang perlu tingkatkan demi kualitas layanan yang semakin baik ke depan,” ujar Dirhamsyah, dalam keterangan tertulisnya, dikutip Rabu, 18 Februari 2026.

Program akan Digelar Berkala

Manajemen menegaskan bahwa pendekatan turun langsung ke lapangan penting untuk memahami tantangan pengemudi dan penumpang secara menyeluruh. Dengan cara ini, evaluasi dan perbaikan layanan dapat dilakukan lebih tepat sasaran

Ke depan, program serupa akan digelar secara berkala agar layanan Maxim terus berkembang mengikuti dinamika kebutuhan mitra dan pengguna. (*)

Yulian Saputra

Berpengalaman lebih dari 10 tahun di industri media. Saat ini bertugas sebagai editor di infobanknews.com. Sebelumnya, ia menulis berbagai isu, mulai dari politik, hukum, ekonomi, hingga olahraga.

Recent Posts

KB Bank Andalkan Corporate Banking jadi Motor Pertumbuhan Bisnis

Poin Penting KB Bank fokus pada corporate banking dengan ekspansi kredit yang lebih selektif. Perseroan… Read More

5 hours ago

Asuransi Multi Artha Guna (AMAG) Raih Pendapatan Jasa Rp2,79 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan AMAG naik 8,48% menjadi Rp2,79 triliun pada 2025. Laba bersih turun 41%… Read More

10 hours ago

Pembiayaan Baru WOM Finance Tembus Rp5,94 Triliun di 2025, Tumbuh 9,35 Persen

Poin Penting Pembiayaan baru WOM Finance tumbuh 9,35 persen (yoy) menjadi Rp5,94 triliun, mendorong kenaikan… Read More

11 hours ago

Kasus Amsal Disorot: Dari Dugaan Mark-Up hingga Implikasi Keuangan Negara

Poin Penting Kasus Amsal mengungkap dugaan mark-up anggaran proyek desa dengan kerugian negara sekitar Rp202… Read More

11 hours ago

RUPS WOM Finance Rombak Pengurus, Kursi Dirut Segera Diisi

Poin Penting WOM Finance merombak jajaran komisaris dan direksi melalui RUPS terbaru. Posisi direktur utama… Read More

11 hours ago

Pendapatan DCI Indonesia Tumbuh 40,1 Persen Jadi Rp2,5 Triliun di 2025

Poin Penting Pendapatan DCII 2025 tumbuh 40,1 persen yoy menjadi Rp2,5 triliun, didorong operasional data… Read More

11 hours ago