Jakarta – Lintasarta, anak usaha Indosat Ooredoo Hutchison (Indosat) menegaskan komitmen untuk membangun kedaulatan teknologi di Indonesia. Perusahaan penyedia solusi teknologi ini mengampanyekan Gerakan AI Merdeka.
Dalam Indonesia Data and Economic Conference (IDE) 2025, President Director dan CEO Lintasarta, Bayu Hanantasena menuturkan, program AI Merdeka mencakup sejumlah inisiatif. Misalnya, inisiatif Laskar AI yang membantu meningkatkan keterampilan talenta lokal AI di Indonesia.
Lalu, ada pula program beasiswa bagi 650 orang baik mahasiswa dan dosen atau peneliti. Ada juga inisiatif Semesta AI, yang menjadi upaya Lintasarta dan Indosat membangun ekosistem AI di dalam negeri.
Inisiatif lainnya adalah AI Use Case, yaitu program Lintasarta untuk membantu mengembangkan use case AI yang berkontribusi pada pertumbuhan ekonomi.
Baca juga: Adopsi Teknologi AI Bantu Efisiensi Industri Asuransi
“Melalui Gerakan AI Merdeka ini, kami ingin berkontribusi pada visi Indonesia Emas 2045,” ujar Bayu dikutip dalam keterangan resmi, Jumat, 21 Februari 2025.
Percepatan adopsi AI di Indonesia, lanjut Bayu, akan mendorong terwujudnya target pertumbuhan ekonomi 8 persen yang digaungkan pemerintah.
Indonesia disebut memiliki peluang strategis untuk mampu mengembangkan AI secara mandiri. Teknologi ini sudah mulai banyak diadopsi masyarakat Indonesia.
Hal itu tercermin dalam survei terbaru dari Katadata Insight Center menyebut 83,6 persen masyarakat mengaku tidak hanya pernah mendengar tentang AI, tetapi juga familiar dengan teknologi tersebut.
Sementaara dalam laporan bertajuk Kedaulatan AI untuk Memberdayakan Indonesia, lebih dari 80 persen bisnis sudah mulai berinvestasi atau menggunakan AI untuk mendukung operasionalnya.
Namun, baru 13 persen bisnis di Indonesia yang menggunakan teknologi AI secara advanced. Secara umum tingkat adopsi AI di Indonesia masih berada di tahap awal, tapi memperlihatkan progres yang signifikan.
“Indonesia sudah ketinggalan revolusi industri yang pertama, kedua, dan ketiga. Sekarang kita harus bisa mengejar untuk adopsi AI, dan membangun kedaulatan AI,” tegas Bayu.
Maka itu, Lintasarta, sebagai AI Factory dari Indosat Group, dalam dua tahun terakhir aktif mengembangkan inisiatif mengenai AI.
Pada Agustus 2024, Indosat meresmikan pusat AI pertama di Indonesia, yakni Indosat AI Experience Center di Solo Technopark (STP). Fasilitas ini dibangun bekerja sama dengan NVIDIA dan Huawei untuk memperkenalkan teknologi AI.
Baca juga: Adaptasi Teknologi Kunci Melakukan Transformasi Digital
Tidak lama kemudian, Lintasarta meluncurkan GPU Merdeka, yang didukung oleh NVIDIA dan Accenture. GPU Merdeka menghadirkan infrastruktur dan platform AI cloud untuk pelaku bisnis nasional.
Lalu, pada November 2024, Lintasarta dan GoTo meluncurkan Sahabat-AI, ekosistem large language model (LLM) open-source berbahasa Indonesia.
“Kita memiliki cita-cita Indonesia bisa segera beralih, dari hanya menggunakan AI, menjadi pencipta yang mengeluarkan inovasi berbasis AI,” tambahnya.
Bayu menggarisbawahi untuk membangun ekosistem AI yang berdaulat, tidak hanya membangun infrastruktur seperti cloud dan unit pemroses grafis (GPU), tetapi juga memerlukan talenta yang unggul, dan ekosistem inovasi, dan kolaborasi penelitian. (*) Ari Astriawan
Poin Penting ISEI dorong kebijakan berbasis praktik lapangan melalui ISEI Industry Matching bersama YDBA untuk… Read More
Poin Penting Bank Mandiri menyiapkan Rp44 triliun uang tunai untuk ATM/CRM selama 24 Februari-25 Maret… Read More
Poin Penting Riset LPEM FEB UI: kontribusi AdaKami ke PDB 2024 Rp6,95–Rp10,96 triliun, berdampak ke… Read More
Poin Penting PT Bank Maybank Indonesia Tbk membukukan laba bersih Rp1,66 triliun pada 2025, naik… Read More
Poin Penting Otoritas Jasa Keuangan (OJK) memanggil manajemen PT Mandiri Tunas Finance (MTF) untuk klarifikasi… Read More
Poin Penting Tenant PT Ace Medical Products Indonesia di KEK Industropolis Batang mengirim 156 pekerja… Read More