Dengan pertimbangan tersebut, pihaknya mengusulkan agar pemerintah dan DPR RI dapat melakukan langkah-langkah diplomasi tegas, yang setidaknya menyangkut hal hal sebagai berikut:
1. Memastikan sawit menjadi salah satu perhatian utama dalam negosiasi Rl-EU CEPA.
2. Melakukan langkah nyata melalui berbagai forum seperti WTO dan pengadilan untuk meminta perlakuan non-distriminatif, jika memang sawit dituntut untuk bersertifikat “berkelanjutan”, maka semua minyak nabati yang digunakan EU termasuk kedele, rapseed, bunga matahari, dan lainnya juga dituntut bersertifikat sama.
3. Menyiapkan langkah untuk melakukan pengaturan serupa bagi produk produk impor, seperti kosmetik, susu/keju, anggur/wine, termasuk yang berasal dari Eropa.
4. Menggalang dan memperkuat kerjasama dengan semua negara produsen sawit, terutama di kawasan APEC dan Afrika. (*)
Baca juga: Kelapa Sawit Indonesia Berpotensi Kuasai Ekonomi Global
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting IHSG lanjut melemah tajam – Pada sesi I (6/2), IHSG ditutup turun 2,83%… Read More
Poin Penting Moody’s menurunkan outlook Indonesia dari stabil menjadi negatif, namun mempertahankan sovereign credit rating… Read More
Poin Penting Penurunan outlook dari stabil ke negatif dinilai Celios sebagai peringatan terhadap arah kebijakan… Read More
Poin Penting Airlangga memastikan berbagai kebijakan disiapkan untuk menggenjot kredit perbankan seiring proyeksi OJK sebesar… Read More
Poin Penting Panin Sekuritas menilai penurunan outlook Moody’s ke negatif berdampak terbatas dalam jangka pendek,… Read More
Poin Penting Danamon targetkan AUM wealth management tumbuh 20 persen pada 2026, melanjutkan capaian 2025… Read More