Boediono Tekankan Tiga Kebijakan Pembangunan Ekonomi
Jakarta– Guna terus meningkatkan pembangunan ekonomi yang berkelanjutan, Mantan Wakil Presiden periode 2009 – 2014 Boediono berpesan agar pemerintah dapat menerapkan tiga kebijakan utama agar dapat menumbuhkan perekonomian nasional.
Hal tersebut disampaikannya pada acara Seminar Infobank dengan tema Membangun Stabilitas, Kerukunan dan Kemajuan Bangsa di Hotel Grand Hyatt Jakarta. Dirinya menyebut bahwa kebijakan pertama ialah mementingkan sektor pendidikan.
“Kalau kita dalami ada beberapa hal pokok yang negara maju lakukan yang nampaknya menurut saya merupakan kunci dari keberhasilan mereka. Saya mengidentifikasi 3 hal, yang satu adalah penidikan, mereka sangat serius mengembangkan pendidikan masal,” kata Boediono di Hotel Grand Hyatt Jakarta,Jumat 11 Mei 2018.
Kebijakan kedua yang harus diperhatikan dalam pembangunan ekonomi berkelanjutan ialah reformasi birokrasi, dimana walau negara maju memiliki tradisi lama namun mereka telah melakukan reformasi birokrasi yang sistematis dan mendorong pembangunan ekonomi.
Sedangkan yang terakhir Boediono menyebut bahwa pembangunan ekonomi berkelanjutan harus mementingkan pembangunan infrastruktur sebagai upaya untuk membangun ekonomi dalam jangka panjang.
“3 hal ini ternyata memang jika dilihat pandangan bebagai ahli di bidang pembangunan ekonomi juga memang sebagai penentu pembangunan jangka panjang,” tukas Boediono.
Sebagai informasi, pada hari ini Boediono juga menerima penghargaan “Top 10 Most Outstanding People 2018” majalah Infobank. Selain nama tersebut ada juga tokoh inspiratif lain yang menerima penghargaan tersebut yakni Joko Widodo, Presiden RI; Boediono, Wapres RI periode 2009 – 2014; Ahmad Syafi’i Ma’arif, cendekiawan muslim; Agus Martowardojo, Gubernur BI; Muhammad Zainul Majdi, Gubernur NTB; Djohan Emir Setijoso, Presiden Komisaris BCA; Terawan Agus Putranto, Kepala RSPAD Gatot Subroto; Nadiem Makarim, Founder GO-JEK; Maximus Tipagau, tokoh masyarakat Papua; dan Karni Ilyas, Pemimpin Redaksi TVOne. (*)
Poin Penting BEI lakukan suspensi sementara perdagangan efek terhadap emiten yang belum memenuhi ketentuan free… Read More
Poin Penting IHSG babak belur di sesi I, anjlok 5,31 persen ke level 7.887,16, seiring… Read More
Poin Penting Januari 2026 terjadi deflasi 0,15 persen (mtm), dengan IHK turun menjadi 109,75, berbalik… Read More
Poin Penting Neraca perdagangan Indonesia Desember 2025 mencatat surplus USD2,51 miliar, memperpanjang rekor surplus menjadi… Read More
Poin Penting BPS mencatat impor Indonesia Januari-Desember 2025 naik 2,83% menjadi USD241,86 miliar. Impor barang… Read More
Poin Penting AEI mendukung penuh agenda reformasi pasar modal pemerintah untuk memperkuat struktur, kredibilitas, dan… Read More