Jakarta– Ketegangan perang dagang yang masih berlangsung antara Amerika Serikat dan Tiongkok nampaknya akan memberikan dampak negatif maupun positif bagi negara berkembang seperti Indonesia.
Mantan Wakil Presiden RI periode 2009-2014 Boediono menilai, adanya perang dagangan akan memberikan dampak negatif salahsatunya dikhawatirkan akan menurunkan angka ekspor nasional.
“Negatifnya bisa saja ekspor kita secara tahunan turun. Tapi ada kemungkinakan karena negara-negara penghasil barang bisa masuk ke AS karena adanya pembatasan tarif mereka cari pasar baru,” kata Boediono di Djakarta Teater, Rabu 28 November 2018.
Walau begitu, dengan adanya hal tersebut Boediono menilai, adanya perang dagang tersebut juga berpotensi meningkatkan investasi Indonesia. Sebab, investor asing di Tiongkok akan lebih memilih negara tetangga untuk berinvestasi. Indonesia dengan potensi pasar domestik yang besar menjadi salah satu kandidat negara yang akan menerima limpahan investasi tersebut.
“Tapi ada yang positif. Misal negara China tidak bisa produksi karena ada cap made in china dan investasi ini bisa bergerak ke Indonesia. Semoga saja,” kata Boediono.
Boediono menambahkan, kebijakan Presiden Trump memang cukup mengguncang ekonomi global terutama mengenai perang dagang. Hal tersebut bermula pada saat Trump mengenakan bea masuk atas produk milik China untuk memperbaiki tingkat inflasi.
Oleh karena itu, dirinya mengimbau kepada seluruh negara emerging market salah satunya Indonesia untuk dapat mengantisipasi kejadian tersebut.(*)
Poin Penting OJK menunjuk Bank Kalsel sebagai Bank Devisa sejak 31 Desember 2025 dengan masa… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo mendorong riset kampus berorientasi hilirisasi dan industri nasional untuk meningkatkan pendapatan… Read More
PT Asuransi Jiwa BCA (BCA Life) berkolaborasi dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA) menghadirkan… Read More
Poin Penting Pengawasan OJK disorot DPR karena platform Dana Syariah Indonesia (DSI) masih dapat diakses… Read More
UOB Plaza yang berlokasi di distrik bisnis Jakarta, telah menerima sertifikat dan plakat GREENSHIP Existing… Read More
Poin Penting Pembiayaan UMKM BSI tembus Rp51,78 triliun hingga November 2025, dengan Rasio Pembiayaan Inklusif… Read More