Media Gathering & Iftar Akulaku Finance Indonesia 2026. (Foto: Alfi Salima Puteri)
Poin Penting
Jakarta – PT Akulaku Finance Indonesia mencatatkan pertumbuhan bisnis yang solid sepanjang 2025.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Selangor, mengungkapkan bahwa kinerja perusahaan pada tahun lalu tumbuh cukup kuat dengan peningkatan pembiayaan baru (new booking) sebesar 23 persen secara tahunan.
“Di tahun 2025, pertumbuhan kami dari segi kinerja cukup baik. Kami dapat tumbuh sebesar 23 persen atau double digit jika dilihat dari aspek pertumbuhan new booking,” ujarnya dalam acara Media Gathering di Jakarta, Kamis, 5 Maret 2026.
Baca juga: Akulaku Finance Dorong Literasi dan Inklusi Keuangan Lewat FinExpo 2025
Sepanjang 2025, total pembiayaan yang disalurkan Akulaku Finance mencapai Rp7,44 triliun. Angka tersebut meningkat dibandingkan realisasi tahun sebelumnya yang sebesar Rp6 triliun.
Menurut Perry, pertumbuhan ini mencerminkan ekspansi bisnis yang tetap dijalankan secara hati-hati.
“Pertumbuhan ini juga mengimbangi dari penerapan manajemen risiko yang cukup konservatif. Jadi boleh dikatakan pertumbuhan kami cukup sehat,” jelasnya.
Kinerja positif tersebut juga tecermin dari kualitas pembiayaan yang tetap terjaga. Rasio kredit bermasalah atau non-performing financing (NPF) perusahaan tercatat hanya sebesar 1,1 persen per akhir 2025.
Tak hanya dari sisi penyaluran pembiayaan, profitabilitas perusahaan juga mengalami lonjakan signifikan. Akulaku Finance membukukan laba bersih sebesar Rp108 miliar pada 2025, melonjak 66 persen dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp65 miliar.
Baca juga: Jurus Akulaku Perluas Akses Pembiayaan Konsumen
Menurut Perry, peningkatan laba tersebut didorong oleh berbagai faktor, mulai dari efisiensi operasional hingga peningkatan volume transaksi.
“Pertumbuhan kami bukan hanya di top line, tetapi juga kami dapat mengelola middle line dengan baik sehingga bottom line dari sisi profitabilitas juga tumbuh sangat baik,” katanya.
Dari sisi portofolio bisnis, produk Buy Now Pay Later (BNPL) masih menjadi kontributor utama bagi Akulaku Finance.
Perry menyebutkan bahwa segmen tersebut menyumbang sekitar 89 persen dari total portofolio pembiayaan perusahaan.
Saat ini, Akulaku Finance mengelola managed receivable sebesar Rp2,5 triliun, meningkat dibandingkan tahun sebelumnya yang sebesar Rp2,4 triliun.
Baca juga: Begini Upaya Akulaku Finance Genjot Inklusi Keuangan di Wilayah Indonesia Timur
Perry menilai pertumbuhan tersebut tetap berada pada jalur yang sehat karena didukung oleh penguatan sistem manajemen risiko berbasis teknologi.
“Kami melakukan penguatan underwriting berbasis data biro kredit terintegrasi, pemantauan portofolio secara real time, serta meningkatkan kapasitas sistem collection,” pungkasnya. (*) Alfi Salima Puteri
Poin Penting Tujuh pejabat baru OJK resmi dilantik untuk periode 2026-2031. BEI menyambut positif dan… Read More
Poin Penting IHSG naik 2,75% ke level 7.302 pada 25 Maret 2026, didorong respons pasar… Read More
Poin Penting Pelantikan pejabat baru OJK disambut positif oleh regulator dan pelaku industri keuangan. BI… Read More
Poin Penting OJK mendukung penempatan dana pemerintah Rp100 triliun karena membantu likuiditas perbankan dan menekan… Read More
Poin Penting Konsumsi Pertamax meningkat 11,8% pada H-1 Lebaran 2026 seiring lonjakan mobilitas mudik. BBM… Read More
Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang batas pelaporan SPT Tahunan WP orang pribadi hingga akhir April… Read More