Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI di kuartal III 2024 berhasil mencatat nilai transaksi melalui BNIdirect sebesar Rp5.743 triliun, meningkat 15,3 persen secara tahunan (yoy).
Wakil Direktur Utama BNI Putrama Wahju Setyawan mengatakan hal itu seiring dengan jumlah transaksi yang naik 28,6 persen secara tahunan (yoy) mencapai 878 juta transaksi.
“Penguatan digital banking ini menjadikan operasional layanan BNI semakin efisien dan efektif,” kata Putrama dalam Konferensi Pers Paparan Kinerja Kuartal III 2024 BNI, Jumat, 25 Oktober 2024.
Baca juga: BNI Raup Laba Bersih Rp16,3 Triliun di Kuartal III 2024, Naik 3,5 Persen
Terbaru, BNI memperkenalkan New BNIdirect pada 9 Oktober 2024, setelah sebelumnya pada 5 Juli 2024 BNI meluncurkan aplikasi perbankan digital terbarunya wondr by BNI.
Adapun untuk segmen ritel, aplikasi terbaru mobile banking wondr by BNI mengalami pertumbuhan yang signifikan. Jumlah pengguna layanan BNI Mobile Banking dan wondr by BNI, meningkat 14,8 persen yoy menjadi 17,9 juta pengguna.
Sementara itu, transaksi digital banking juga tumbuh signifikan, mencapai 1,04 miliar transaksi atau naik 40,9 persen, dengan nilai transaksi yang meningkat 26,2 persen yoy menjadi Rp1.104 triliun.
Baca juga: Dorong Kolaborasi Inovatif di Industri Jasa Keuangan, BNI Ventures Boyong 10 Startup Axel Arc
Purnama menyebutkan, hal ini menunjukkan bahwa solusi perbankan digital BNI dapat memenuhi berbagai kebutuhan nasabah dengan baik.
“Meskipun baru berjalan kurang dari tiga bulan, wondr by BNI sudah menunjukkan pertumbuhan yang menarik. Sebanyak 70 persen dari nasabah tabungan BNI dikontribusikan oleh nasabah pengguna wondr by BNI. Pengguna aktif yang melakukan transaksi di platform ini mencapai 50 persen,” jelas Putrama.
Seperti diketahui, pada kuartal III 2024 BNI berhasil meraup laba bersih Rp16,3 triliun, angka ini tumbuh 3,5 persen secara yoy. (*)
Editor: Yulian Saputra
Poin Penting Pengguna Aplikasi Jago terhubung Bibit-Stockbit tembus 3 juta per Januari 2026, tumbuh 38%… Read More
Poin Penting OJK percepat reformasi pasar modal melalui delapan rencana aksi untuk memperkuat likuiditas, transparansi,… Read More
Poin Penting Asuransi kesehatan penting di tengah gaya hidup sibuk dan biaya medis yang terus… Read More
Poin Penting OJK menegaskan fundamental dan prospek jangka panjang pasar modal Indonesia masih sangat baik,… Read More
Poin Penting BPJS Ketenagakerjaan dan KONI memperluas perlindungan atlet, dengan 265 ribu pelaku olahraga terdaftar… Read More
Poin Penting OJK dan BEI paparkan 8 aksi reformasi pasar modal ke MSCI, dengan fokus… Read More