UMKM; Target KUR. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) optimis bisa mencapai target Kredit Usaha Rakyat (KUR) yang ditetapkan pemerintah sebesar Rp11,5 triliun pada tahun ini.
“BNI juga target KUR Rp11,5 triliun tahun ini. 2015, target Rp3,2 triliun tercapai Rp3 triliun atau sekitar 90%. Kami optimis target KUR tahun ini akan tercapai,” ucap Direktur Utama BNI, Achmad Baiquni.
Optimisme tersebut didukung oleh strategi perseroan dengan menggandeng Perhimpunan Bank Perkreditan Rakyat Indonesia (Perbarindo) untuk menyalurkan KUR mikro. Kerja sama linkage dengan Perbarindo diharapkan BNI bisa menyairkan penyaluran KUR mikro minimal Rp300 miliar, dari total alokasi sebesar Rp500 miliar pada tahun ini.
“Kami kan satu-satunya bank pemerintah enggak punya mikro (produk kredit mikro) jadi kita bantu juga (Perbarindo),” tukas Direktur Bisnis Ritel BNI Sutanto di Gedung BNI, Jakarta, Senin, 29 Februari 2016.
Ia menjelaskan, bahwa hingga akhir Februari ini total penyaluran KUR yang telah dilakukan BNI sudah sekitar Rp1,5 triliun. Dari jumlah tersebut, mayoritas untuk KUR ritel dengan nilai mencapai Rp1,4 triliun. Menurut Sutanto, pihaknya menargetkan pencairan KUR sebesar Rp1 triliun pada tiap bulannya. Sementara dari sisi kualitas kredit atau NPL masih terjaga di level 1,5%.
“Strategi lainnya untuk KUR kita kerja sama supply chain, ada debitor atau nasabah kita produksi itu kan ada distributornya,” tutup Sutanto. (*) Paulus Yoga
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More