Jakarta — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengaku memiliki strategi untuk menjaga layanan miliknya agar menjadi “Better Brand” hingga saat ini.
Pemimpin Divisi Komunikasi dan Pemasaran BNI Indomora Harahap menyebut, pihaknya terus menerapkan sikap “DOING” yang artinya Digitalization, Omni Channel, Inovation, PartNership, dan ListeninG.
“Saat ini digitalisasi harus dilakukan dan haru cepat menangkap kebutuhan pasar,” kata Indomora pada acara Seminar Infobank dengan tema “How Maintain Products a Better Brand in Distruption Era” di Emperica SCBD Jakarta, Kamis, 11 April 2019.
Indomora menambahkan, pihaknya juga mendorong Omni Channel atau channel layanan perbankan miliknya dengan memperluas layanan tanpa mengurangi layanan tradisional sebelumnya.
Selain itu, pihaknya juga terus mengembangkan inovasi perbankan miliknya salahsatunya dengan penerapan big data dan teknologi dalam layanan perbankan. Dirinya mencontohkan, penerapan teknologi dapat diaplikasikan melalui layanan pembukaan rekening secara digital.
Dan yang tidak kalah pentingnya juga ialah partnership atau kolaborasi. Dirinya menyebut kolaborasi sangat penting guna terus memperluas pasar salahsatunya melalui penerapan Link Aja yang merupakan gabungan layanan Bank BUMN.
Dan strategi terakhir ialah listening di mana perusahaan harus terus mendengarkan kebutuhan pasar yang cenderung cepat, berubah dan bertambah. Oleh karena itu, Perusahaaan harus mempertahankan kualitas untuk mempertahankan brand tersebut. (*)
Poin Penting Kasus scam online kian meresahkan, dengan 432.637 aduan masuk ke IASC dan total… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 0,39 persen ke level 9.045,91 dengan nilai transaksi Rp913,75 miliar,… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian melonjak tajam pada Kamis, 22 Januari 2026, dengan emas… Read More
Poin Penting MNC Sekuritas menilai IHSG masih berpotensi melanjutkan koreksi untuk menguji area 8.710–8.887, dengan… Read More
Poin Penting Rupiah menguat tipis 0,04% dan dibuka di level Rp16.929 per dolar AS pada… Read More
Poin Penting Investor asing mencatat net sell Rp1,88 triliun pada perdagangan 21 Januari 2026, didominasi… Read More