Pembiayaan BNI Syariah di 2018 Tumbuh 19,93%
Jakarta – PT Bank BNI Syariah terus berupaya untuk menekan rasio pembiayaan bermasalahnya atau non performing financing (NPF) di angka 3 persen hingga akhir 2018. Perseroan mengaku sudah menyiapkan strategi untuk menurunkan NPF nya.
Direktur Utama BNI Syariah Abdullah Firman Wibowo mengatakan, untuk menjaga rasio NPF di level 3 persen perseroan akan lebih hati-hati dalam menyalurkan pembiayaannya dan tetap dalam kapasitas yang telah menjadi fokus perseroan.
Untuk mendorong kehati-hatian dalam menyalurkan pembiayaannya, kata dia, kata dia, BNI Syariah sudah memiliki tim task force khusus untuk melakukan pengawasan dan memilah-milah di dalam penyaluran pembiayaan ke debitur.
Baca juga: BNI Kucurkan Kredit US$100 Juta Untuk Pulp & Paper Amerika
“Kita ada tim task force. Ada sisi pengawasan forex dan ekpansi segmen bisnis industri. Jadi kita juga tidak akan melebar kemana-kemana (pembiayannya) di luar kapasitas kita,” ujar Firman di Jakarta, Kamis, 26 Juli 2018.
Menurutnya, sampai dengan akhir Juni 2018 rasio NPF BNI Syariah tetap terjaga rendah diangka 3,04 persen. Perseroan meyakini, NPF BNI Syariah dapat ditekan menjadi 3 persen hingga akhir tahun ini dengan berbagai strategi action plan.
“NPF kita dibawah rata-rata industri yang mencapai 4,06 persen (data SPS per April 2018 BUS-UUS). Kita target 3 persen, banyak yang dilakukan strategi action plan dalam mejaga NPF jangan lebih dari 3 persen,” ucapnya. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More