Pembiayaan BNI Syariah di 2018 Tumbuh 19,93%
Jakarta — PT Bank BNI Syariah (BNI Syariah) membukukan labanya hingga triwulan III tahun 2017 sebesar Rp 246 miliar atau naik sebesar 14,6 persen dari periode yang sama tahun 2016.
Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo mengungkapkan, pertumbuhan laba pada triwulan III pada tahun ini disokong oleh ekspansi pembiayaan dan kontribusi komposisi rasio dana murah serta efisiensi operasional yang terus terjaga.
“Alhamdulillah, di triwulan ketiga tahun 2017 BNI Syariah melewati dengan baik,” kata Plt Direktur Utama BNI Syariah, Abdullah Firman Wibowo di kantor pusat BNI Syariah, Jakarta, Kamis, 19 Oktober 2017.
Laba bersih tercapai sebesar Rp246 milliar, atau naik sebesar 14,6 persen dibanding September 2016 sebesar Rp215 miliar.
Kinerja laba ditopang kenaikan pembiayaan dari Rp19,5 triliun di September 2016, menjadi Rp22,5 triliun pada September tahun 2017 ini. Di sisi lain, Dana Pihak Ketiga (DPK) naik dari Rp23,3 triliun meningkat menjadi Rp28,2 triliun pada September 2017, dengan rasio dana murah (CASA) sebesar 48,7 persen naik dari 47,4 persen di tahun sebelumnya.
Firman menjelaskan, total pembiayaan sebesar Rp22,5 triliun tersebut, sebagian besar merupakan pembiayaan konsumer yaitu 52,6 persen disusul pembiayaan ritel produktif/SME sebesar 21,8 persen, pembiayaan komersial sebesar 18 persen, pembiayaan mikro sebesar 5,9 persen, dan kartu pembiayaan Hasanah Card 1,4 persen. Di pembiayaan konsumer, sebagian besar portofolio merupakan BNI Griya iB Hasanah yang mencapai 84,9 persen.
Pertumbuhan kinerja yang positif ini tidak lepas dari peran BNI sebagai induk perusahaan. Bentuk sinergi BNI Syariah dengan BNI di antaranya Syariah Chaneling Outlet (SCO), di mana nasabah diberikan kemudahan untuk dapat melakukan transaksi syariah di 1.490 kantor cabang BNI.
Selain itu, bersama BNI Incorporated melaksanakan pembiayaan bersama (supply chain financing) infrastuktur, Haji dan Umrah Business, Micro Finance serta event bersama seperti BNI Subsidiaries Expo, Java Jazz, Pekan Raya Jakarta (PRJ), Inacraft, Garuda Travel Fair (GATF), dan event bersama lainnya. (*)
Editor: Paulus Yoga
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More