Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) berpartisipasi aktif dalam Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) salahsatunya melalui optimalisasi penempatan dana dari pemerintah dalam bentuk penyaluran pinjaman modal kerja pada pelaku usaha yang berorientasi ekspor, padat karya, dan ketahanan pangan.
“Hingga 20 Oktober 2020, BNI telah menyalurkan realisasi penyaluran dana titipan sebesar Rp 21,1 triliun, yang mayoritasnya yakni 70% disalurkan pada segmen kecil terutama melalui program Kredit Usaha Rakyat (KUR),” kata Direktur Bisnis dan Konsumer BNI Corina Leyla Karnalies melaui video conference Paparan Kinerja BNI di Jakarta, Selasa 27 Oktober 2020.
Dirinya menjelaskan, sebelumnya pada tahap pertama, pemerintah telah menempatkan dana sebesar Rp5 triliun, kemudian pada tanggal 24 September 2020, pemerintah kembali memberikan tambahan penempatan sebesar Rp2,5 triliun. Tujuan dari penempatan dana ini diharapkan akan menambah daya ungkit penyaluran kredit oleh perseroan hingga 3 kali.
Selain itu, BNI juga terus melakukan restrukturisasi kredit terhadap debitur yang berkinerja baik namun bisnisnya terdampak Covid-19. Dalam perkembangannya, hingga akhir September 2020, BNI telah memberikan restrukturisasi kredit sebesar Rp122 triliun atau 22,2% dari total pinjaman yang diberikan, kepada 170,591 debitur.
“Mayoritas debitur saat ini adalah debitur sektor perdagangan, restoran, dan hotel, sektor jasa usaha, serta manufaktur,” jelas Corina.
BNI terus mendukung upaya pemerintah dalam program PEN melalui KUR. Dimana hingga akhir September 2020, BNI telah menyalurkan KUR senilai Rp15,05 triliun dan disalurkan untuk 170.569 debitur. KUR BNI ini tersalurkan pada berbagai sektor ekonomi, antara lain ke sektor pertanian sebesar Rp3,95 triliun; sektor perdagangan Rp7,37 triliun; sektor jasa usaha Rp2,44 triliun; serta untuk sektor industri pengolahan senilai Rp1,08 triliun.
“Pemberian restrukturisasi kredit dan tambahan modal kerja ini kami harapkan dapat meningkatkan ketahanan bisnis debitur ditengah krisis akibat pandemi covid-19. Harapannya, saat Covid-19 dapat ditanggulangi, bisnis debitur dapat kembali ke arah yang lebih baik,” ujar Corina.
Tak hanya itu, manajemen BNI juga akan terus menelaah seluruh situasi terkini yang penuh tantangan dan menetapkan hal-hal yang menjadi prioritas bagi perusahaan dalam melangkah ke depan. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting Permata Bank membagikan dividen Rp1,266 triliun atau Rp35 per saham dari laba 2025.… Read More
Poin Penting Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun, menilai BI masih menggunakan pendekatan konvensional… Read More
Poin Penting PT Bank Mandiri (Persero) Tbk akan mengadakan RUPST tahun buku 2025 pada 29… Read More
Poin Penting Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa akan membuka rekrutmen CPNS untuk 300 lulusan SMA/sederajat… Read More
Poin Penting Rupiah ditutup melemah 70 poin (0,41 persen) ke Rp17.105 per dolar AS, menjadi… Read More
Poin Penting CIMB memperluas layanan wealth untuk menangkap pertumbuhan segmen affluent di ASEAN. Strategi ini… Read More