Pembiayaan Mikro BNI Syariah Ditargetkan Dapat Tumbuh 10%
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) terus mendorong perbaikan kinerja bisnis anak-anak usahanya. Salah satu upaya yang ditempuh perseroan terkait hal tersebut adalah dengan menyuntikkan tambahan modal.
Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo, di Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017 mengaku, perseroan sudah menyiapkan dana sekitar Rp1 triliun yang akan digunakan untuk menyuntikkan tambahan modal ke BNI Syariah.
“Penambahan modal ke BNI Syariah sebesar Rp1 triliun di tahun ini,” ujar Rico.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa langkah perseroan untuk menyuntikkan tambahan modal ke anak usahanya tersebut bertujuan agar BNI Syariah bisa melakukan ekspansi khususnya dalam penyaluran kredit di tahun depan.
“Kami sedang melakukan kajian soal ini. Kita suntikkan modal Rp1 triliun di tahun ini,” ucap Rico.
Asal tahu saja, saat ini fokus bisnis BNI Syariah memang lebih banyak ke segmen menegah kecil dan konsumer. Guna memperkuat bisnis dan kinerja BNI Syariah, maka dari itu BNI sebagai induk usaha segera melakukan penambahan modal.
Adapun rasio pembiayaan bermasalah atau non-performing finance (NPF) BNI Syariah dianggap masih terjaga dengan baik. Dengan demikian, adanya penambahan modal tersebut diharapkan dapat menopang kinerja BNI Syariah untuk lebih baik lagi. (*)
Poin Penting Asbisindo Institute dan VOCASIA meluncurkan platform e-learning terintegrasi untuk memperkuat kapabilitas SDM perbankan… Read More
Poin Penting Penyelundupan BBM bersubsidi masih marak dan meresahkan masyarakat, terutama yang berhak menerima subsidi… Read More
Poin Penting Grab meluncurkan 13 fitur berbasis AI di acara GrabX untuk meningkatkan kenyamanan pengguna,… Read More
Poin Penting SIPF menyiapkan consultation paper untuk mendorong Lembaga Perlindungan Pemodal masuk dalam revisi UU… Read More
Poin Penting Ruang penurunan suku bunga makin sempit, BI fokus pada stabilitas di tengah ketidakpastian… Read More
Poin Penting Lo Kheng Hong terus mengakumulasi saham DILD dan GJTL sepanjang awal 2026 saat… Read More