Rencananya pada kuartal dua tahun ini, BNI Syariah akan menyampaikan presentasi dan kelayakan untuk penambahan modal tersebut. Menurut Rico, jika Return of Equity (ROE) kecil, maka ekspansi perseroan tidak akan efektif apabila penambahan modal terlalu besar.
“Karena kan saingan dengan bank syariah lain. Lebih baik Rp500 miliar dulu. Nanti tiba-tiba ROE anjlok karena modal kegedean kan enggak bisa juga,” ucapnya.
Baca juga: Kredit Macet Trikomsel Kerek NPL BNI ke 3%
Selain rencana suntik modal, BNI Juga berencana mengakuisisi perusahaan asuransi dan manajemen aset. Untuk perusahaan manajemen aset nantinya akan dikhususkan untuk menangani debitur yang mengalami masalah, namun tetap memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan.
“Ini masih kita kaji. Dugaan kita dari dana Rp2,5 triliun yang kita siapkan akan tereksekusi Rp1,5 triliun,” tutup Rico. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Poin Penting PWI Pusat akan menerima dua patung tokoh nasional—Tirto Adhi Soerjo dan Samin Surosentiko—karya… Read More
Poin Penting Pengisian pimpinan OJK dan BEI dipastikan independen, tidak berasal dari pihak terafiliasi Danantara,… Read More
Oleh Eko B. Supriyanto, Chairman Infobank Media Group KREDIT macet dalam perbankan bukan sekadar angka… Read More
Oleh Tim Infobank DI sebuah ruang pemeriksaan di Mapolda Jawa Barat, udara tak hanya berdebu… Read More
Poin Penting IHSG anjlok 6,94 persen sepanjang pekan 26–30 Januari 2026 ke level 8.329,60, seiring… Read More
Poin Penting BSI menggandeng Kadin untuk mendorong UMKM lokal naik kelas melalui sinergi pembiayaan, pembinaan,… Read More