Rencananya pada kuartal dua tahun ini, BNI Syariah akan menyampaikan presentasi dan kelayakan untuk penambahan modal tersebut. Menurut Rico, jika Return of Equity (ROE) kecil, maka ekspansi perseroan tidak akan efektif apabila penambahan modal terlalu besar.
“Karena kan saingan dengan bank syariah lain. Lebih baik Rp500 miliar dulu. Nanti tiba-tiba ROE anjlok karena modal kegedean kan enggak bisa juga,” ucapnya.
Baca juga: Kredit Macet Trikomsel Kerek NPL BNI ke 3%
Selain rencana suntik modal, BNI Juga berencana mengakuisisi perusahaan asuransi dan manajemen aset. Untuk perusahaan manajemen aset nantinya akan dikhususkan untuk menangani debitur yang mengalami masalah, namun tetap memiliki potensi yang bagus untuk dikembangkan.
“Ini masih kita kaji. Dugaan kita dari dana Rp2,5 triliun yang kita siapkan akan tereksekusi Rp1,5 triliun,” tutup Rico. (*)
Editor: Paulus Yoga
Page: 1 2
Oleh Eko B Supriyanto, Pimpinan Redaksi InfoBank Media Group LEBARAN baru saja tiba. Suara takbir… Read More
Poin Penting PGE memastikan operasional pembangkit panas bumi tetap optimal selama periode mudik Idul Fitri… Read More
Poin Penting Tugu Insurance menghadirkan layanan darurat t rex (derek/gendong) untuk membantu pemudik di berbagai… Read More
Oleh Ryan Kiryanto, Ekonom Senior dan Associate Faculty Lembaga Pengembangan Perbankan Indonesia DALAM tayangan https://www.omfif.org/2026/03… Read More
Poin Penting Sebanyak 143,9 juta orang diperkirakan mudik Lebaran, dengan mobil pribadi mendominasi hingga 76,24… Read More
Poin Penting Transaksi ZISWAF BSI selama Ramadan 2026 mencapai Rp30 miliar, naik hampir dua kali… Read More