Jakarta — Kota Sorong kembali berbenah pasca aksi massa yang sempat terjadi beberapa hari sebelumnya. PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) ikut andil dalam pemulihan itu dengan menyediakan 500 pohon trembesi yang banyak dikenal sebagai pohon yang meneduhkan.
BNI juga mengajak warga di sekitar Kantor BNI Cabang Sorong untuk ikut mengecat kawasan pejalan kaki. Trotoar yang berada dalam radius 1 kilometer dari Kantor BNI Cabang Sorong menjadi lokasi pengecatan tersebut. Aktivitas BNI Go Green tersebut dilaksanakan di Sorong, Papua Barat, Jumat (23/8).
Pemulihan kota dengan membuatnya nyaman untuk ditinggali merupakan salah satu upaya untuk mendorong produktivitas warga kembali meningkat termasuk para Hi-Movers BNI di Cabang Sorong. Dengan demikian, perekonomian Sorong dan sekitarnya diharapkan akan kembali berjalan dan tumbuh kembali.
“Kegiatan kerja bakti bersama masyarakat Sorong ini dilakukan dalam rangka pembersihan kota. Penanaman pohon dilakukan untuk menambah keteduhan dan memperindah Kota Sorong,” tukas Pemimpin BNI Wilayah Papua Setiawan Jahja Adie dalam keterangannya.
Selain Pohon Trembesi, lanjutnya, pihaknya juga memberikan bibit pohon buah-buahan pada masyarakat. Seluruh kegiatan ini, menurut Adie, merupakan bentuk optimisme BNI bahwa Kota Sorong akan segera pulih kembali dan komitmen BNI terhadap peningkatan perekenomian kota Sorong.
Sebelumnya, BNI juga menanam bibit tanaman sejenis di Manokwari, salah satu kota di Papua Barat yang juga mengalami Aksi Massa. Aktivitas CSR BNI ini dilakukan sebagai bentuk aksi nyata perbankan dalam meningkatkan kepedulian dan tanggung jawab kepada lingkungan dan komunitas. (*)
Poin Penting OJK menegaskan peran penagihan penting menjaga stabilitas industri pembiayaan, namun wajib diatur rinci,… Read More
Poin Penting Menkeu Purbaya sidak dua perusahaan baja di Tangerang yang diduga menghindari pembayaran PPN… Read More
Poin Penting Pembiayaan berkelanjutan Bank Mandiri mencapai Rp316 triliun pada 2025, tumbuh 8% yoy, terdiri… Read More
Poin Penting Aset industri pembiayaan 2025 terkontraksi 0,01 persen, dengan pertumbuhan piutang hanya 0,61 persen,… Read More
Poin Penting Juda Agung resmi dilantik sebagai Wakil Menteri Keuangan, menggantikan Thomas Djiwandono yang menjadi… Read More
Poin Penting Maraknya penagihan intimidatif berdampak pada kebijakan perusahaan pembiayaan, yang kini memperketat prinsip kehati-hatian… Read More