BNI Bidik Volume Bisnis Trade Finance USD45 Miliar
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) mengaku bakal menghabiskan sisa dana penawaran umum berkelanjutan (PUB) atau obligasi di akhir tahun ini.
Seperti diketahui, Bank yang di nahkodai Achmad Baiquni tersebut memiliki total PUB senilai Rp10 triliun, dimana penerbitan tahap I senilai Rp3 triliun sudah dilakukan pada bulan Juni tahun ini. Jika mengacu pada hal itu, artinya BNI akan menerbitkan sisa PUB sebesar Rp7 triliun.
Direktur Treasury dan Internasional BNI Panji Irawan mengatakan penerbitan obligasi ini untuk mendukung ekspansi kredit.
“Sebelumnya kan sudah Rp3 triliun, sisanya akan kita terbitkan sampai akhir tahun,” katanya kepada wartawan di Jakarta, Rabu, 12 Juli 2017.
Hingga akhir tahun ini BNI memasang target yang cukup konservatif untuk pertumbuhan jumlah kreditnya. Perseroan hanya berambisi meningkatkan jumlah kreditnya sebesar 15% hingga 17%.
Sebelumnya pada Juni lalu perseroan telah menerbitkan obligasi senilai Rp3 triliun. Aksi ini tidak terlepas dari perkembangan ekonomi dan pasar saat ini, dimana beberapa pihak memperkirakan pemulihan perekonomian global relatif lebih cepat pada tahun 2017 daripada tahun 2016 lalu.
Kemudian diproyeksikan dua tahun kedepan, perekonomian dunia diperkirakan akan relatif lebih baik. International Monetary Fund (IMF) memproyeksikan ekonomi dunia secara berurutan akan tumbuh 3,5% pada 2017 dan 3,6% pada 2018. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More