News Update

BNI Sentuh Petani Jabar Dukung Program Perhutanan Sosial

Bandung — Program Perhutanan Sosial yang digagas pemerintah terus diperkuat. Kali ini, PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI sebagai salah satu bank pendukung Program Perhutanan Sosial, mendapatkan perluasan mandat sebagai bank yang tidak hanya menyasar petani penggarap lahan di Jawa Timur, melainkan juga Jawa Barat.
   
Demikian terungkap dalam acara Kunjungan Kerja Presiden RI Joko Widodo ke Kawasan Taman Hutan Rakyat Juanda, Bandung, Jawa Barat, Minggu, 11 November 2018. Hadir juga pada kesempatan tersebut Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution, Menteri Kehutanan & Lingkungan Hidup Siti Nurbaya, Menteri BUMN Rini M Soemarno, dan Direktur Bisnis Kecil dan Jaringan BNI Catur Budi Harto.
 
Catur Budi Harto menuturkan, BNI memiliki komitmen yang kuat untuk terus mendukung Program Perhutanan Sosial, sebagai terobosan penting dalam memperluas kesejahteraan kepada petani penggarap lahan hutan serta Pemerataan ekonomi. Untuk itu, kali ini, BNI tidak hanya fokus pada penyaluran KUR bagi petani penggarap lahan hutan di Jawa Timur, namun memperluas dukungannya hingga ke Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut, Cianjur, dan Indramayu.
 
Di ke-3 kabupaten itu, terdapat 2.313 penerima SK Perhutanan Sosial, baik SK Izin Pemanfaatan Hutan Perhutanan Sosial (IPHPS) maupun SK Pengakuan Pelindungan Kemitraan Kehutanan (KULINKK). Sebagai penerima SK, para petani menjadi jelas statusnya, yaitu menjadi petani yang layak mendapatkan akses permodalan yang murah dari perbankan. Untuk itu, BNI memberikan perhatian khusus untuk menyalurkan Kredit Usaha Rakyat (KUR). Untuk tahap awal, KUR BNI yang telah tersalurkan di Jawa Barat mencapai Rp 470 juta dan yang sedang dalam proses Rp 5,5 miliar, menyentuh 220 petani penggarap lahan penerima SK.
 
Dan untuk membantu peningkatan kualitas pertanian di lahan garapan, BNI juga menyalurkan bantuan CSR yang diberikan kepada penerima SK Perhutanan Sosial BNI di Jawa Barat. Bantuan diberikan berupa peralatan budidaya tambak bandeng dan sarana produksi perkebunan kopi antara lain 10 unit Pompa Air, 12 unit Jaring, 6 unit Mesin Potong Rumput, 3 unit mesin chainsaw.
   
Selain dari Perhutanan Sosial Jawa Barat, BNI sejak tahun 2017 sudah berkiprah dalam Perhutanan Sosial di Jawa Timur. Sampai dengan 31 Oktober 2018 penyaluran KUR BNI di Perhutanan Sosial sebesar Rp 16,7 miliar kepada 3.066 penerima SK Perhutanan Soisial yang diserahkan oleh Presiden di Probolinggo, Madiun dan Tuban.
   
Dari hasil penyaluran KUR di Jawa Timur tersebut, beberapa lokasi binaan telah menunjukkan keberhasilan dari program ini. Salah satunya LMDH Wono Lestari di Lumajang, penerima SK di tempat tersebut berhasil mengembangkan potensi bisnis di daerahnya seperti susu sapi, pisang, madu, getah damar dan akan dikembangkan untuk pengolahan susu menjadi produk bernilai tinggi. (*)

Paulus Yoga

Recent Posts

Prospek Saham 2026 Positif, Mirae Asset Proyeksikan IHSG 10.500

Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More

2 hours ago

Pembiayaan Emas Bank Muamalat melonjak 33 kali lipat

PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More

3 hours ago

Rosan Mau Geber Hilirisasi Kelapa Sawit dan Bauksit di 2026

Poin Penting Realisasi investasi hilirisasi 2025 mencapai Rp584,1 triliun, tumbuh 43,3 persen yoy dan menyumbang… Read More

3 hours ago

Avrist General Insurance Resmikan Kantor Baru, Bidik Pertumbuhan Dua Digit 2026

Poin Penting Avrist pindah kantor pusat ke Wisma 46 untuk mendukung pertumbuhan bisnis. Target pertumbuhan… Read More

4 hours ago

Dana Pemerintah di Himbara Minim Dampak, Ekonom Beberkan Penyebabnya

Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More

5 hours ago

Gita Wirjawan: Danantara Bakal Jadi Magnet WEF 2026

Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More

6 hours ago