Market Update

BNI Sekuritas Ramal BI Rate Hanya Dipangkas 25 Bps di 2026

Poin Penting

  • BNI Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia hanya akan memangkas BI Rate sebesar 25 bps pada semester II 2026, dengan catatan jika Federal Reserve menurunkan Fed Funds Rate 50 bps
  • Pemangkasan suku bunga diperkirakan terbatas karena kekhawatiran pelemahan rupiah dan potensi kenaikan inflasi, terutama akibat faktor eksternal dan harga minyak dunia
  • Saat ini BI Rate berada di 4,75 persen (Februari 2026), level terendah sejak 2022 setelah turun 150 bps sejak September 2024.

Jakarta – PT BNI Sekuritas memproyeksikan Bank Indonesia (BI) hanya akan memangkas suku bunga acuan alias BI Rate sebesar 25 basis poin (bps) pada semester II 2026.

“Jadi memang potensi cut rate tahun ini cukup terbatas gitu ya. Mungkin cuma 25 bps aja dengan target mulai cut itu di second half 2026,” kata Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas dalam Ramadhan Market Update BNI Sekuritas, Rabu, 11 Maret 2026.

Meski demikian, Fanny menjelaskan, asumsi tersebut apabila Federal Reserve (the Fed) memangkas Fed Funds Rate (FFR) sebesar 50 bps.

Baca juga: Lagi, BI Minta Bank Turunkan Suku Bunga Kredit, Begini Tanggapan BCA

Dia menjelaskan pemangkasan terbatas dari BI Rate itu dikarenakan kekhawatiran terhadap stabilitas nilai tukar rupiah yang mengalami pelemahan akibat kondisi eksternal.

Selain itu, inflasi juga masih berpotensi naik akibat lonjakan harga minyak mentah dunia serta upaya pemerintah yang tengah menggenjot daya beli masyarakat.

Baca juga: BNI Sekuritas Proyeksikan IHSG Tembus Level 10.800 Tahun Ini 

“Kenapa kita cuma 25 bps? Karena kita masih ada kekhawatiran rupiah dan juga inflasi masih ada potensi naik,” ungkapnya.

Sebagai informasi, BI memutuskan untuk mempertahankan BI Rate sebesar 4,75 persen pada Februari 2026 level terendah sejak tahun 2022, setelah turun 150 bps sejak September 2024, masing-masing 25 bps pada September 2024 dan 125 bps selama tahun 2025. (*)

Editor: Galih Pratama

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Bank Muamalat Siapkan Uang Tunai Rp879 Miliar untuk Kebutuhan Lebaran 2026

Poin Penting Bank Muamalat menyiapkan uang tunai Rp879 miliar selama Ramadan dan Idulfitri 1447 H,… Read More

51 seconds ago

Laba BTN Melonjak 281,9 Persen per Februari 2026, Segini Nilainya

Poin Penting Laba bersih BTN mencapai Rp503 miliar hingga Februari 2026, melonjak 281,9% yoy dari… Read More

20 mins ago

Komposisi Baru OJK Dinilai Minim Pembaruan, Celios Ingatkan Pentingnya Independensi

Poin Penting DPR resmi mengesahkan lima anggota baru Dewan Komisioner OJK untuk masa jabatan lima… Read More

34 mins ago

OJK Terbitkan Aturan Baru Kantor Perwakilan Lembaga Jasa Keuangan Asing

Poin Penting OJK menerbitkan POJK 41/2025 yang mengatur kantor perwakilan lembaga pembiayaan, modal ventura, dan… Read More

37 mins ago

Prabowo Siapkan Utusan Khusus Presiden untuk Awasi BUMN

Poin Penting Presiden Prabowo Subianto berencana menempatkan utusan khusus presiden untuk mengawasi BUMN guna memperkuat… Read More

54 mins ago

BRI Insurance Tingkatkan Literasi Keuangan Asuransi di Kalangan Mahasiswa

Poin Penting BRI Insurance menggelar literasi asuransi lewat program GENCARKAN di Universitas Ciputra, Surabaya, yang… Read More

2 hours ago