Poin Penting
Jakarta – PT BNI Sekuritas (BNI Sekuritas), anak usaha PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI), kembali menegaskan komitmennya untuk meningkatkan literasi dan inklusi keuangan generasi muda.
Kali ini, BNI Sekuritas melakukan kerja sama dengan Yayasan Karya Salemba Empat (KSE) dengan menggelar sejumlah rangkaian kegiatan edukasi kepada mahasiswa.
Kegiatan tersebut mencakup investment games (simulasi investasi), career coaching di industri pasar modal, pemberian beasiswa terutama untuk mahasiswa di daerah terdampak bencana banjir bandang, yaitu Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.
Ada juga kesempatan langsung merakan dunia pasar modal melalui program magang.
Baca juga: BNI Pastikan Layanan di Sumatra Kembali Normal Usai Banjir
Inisiatif ini bertujuan memberikan pemahaman finansial yang lebih baik sekaligus membuka peluang bagi mahasiswa mengembangkan potensi mereka di industri pasar modal.
Direktur BNI Sekuritas, Yoga Mulya, mengatakan melalui kegiatan ini BNI Sekuritas memberikan dukungan beasiswa kepada puluhan beswan KSE serta kembali membuka program magang. Menurutnya, pembelajaran di kelas perlu dilengkapi dengan pengalaman nyata agar mahasiswa dapat berkembang lebih optimal.
“Karena itu, kami membuka ruang bagi mereka untuk mengasah pengetahuan yang telah diperoleh di perkuliahan. Hal ini bertujuan menyiapkan talenta muda yang siap berkarya dan menjadi bagian dari masa depan pasar modal Indonesia,” ucap Yoga dalam keterangan resmi di Jakarta, 5 Desember 2025.
Baca juga: Simak! BNI Sekuritas Beberkan Strategi Investasi Saat Pasar Saham Tertekan
Adapun, inisiatif tersebut sejalan dengan tren positif keterlibatan generasi muda di pasar modal Indonesia.
Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah investor pasar modal mencapai 17,6 juta hingga pertengahan Agustus 2025. Sebanyak 54 persen investor pasar modal berusia di bawah 30 tahun. Ini menunjukkan besarnya minat generasi muda pada industri pasar modal. (*)
Editor: Galih Pratama
Poin Penting Penempatan dana Rp276 triliun di bank pelat merah dinilai tidak signifikan mendorong perekonomian,… Read More
Poin Penting Gita Wirjawan menilai kehadiran BPI Danantara di WEF 2026 berpotensi menjadi magnet utama… Read More
Poin Penting Bank Ayandeh bangkrut pada akhir 2025, meninggalkan kerugian hampir USD5 miliar akibat kredit… Read More
Poin Penting INDS memperkuat produktivitas dan efisiensi melalui pembelian aset operasional dari entitas anak senilai… Read More
Poin Penting KB Bank salurkan kredit sindikasi USD95,92 juta untuk mendukung pengembangan PT Petro Oxo… Read More
Poin Penting IHSG ditutup menguat 0,47 persen ke level 9.075,40 pada perdagangan 15 Januari 2026,… Read More