Perbankan

BNI Raih Predikat The Best Overall in Corporate Governance Dua Tahun Berturut-turut

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) kembali meraih penghargaan bergengsi sebagai “The Best Overall in Corporate Governance” pada ajang The 15th IICD Corporate Governance Conference & Award 2024. Penghargaan ini diberikan kepada BNI dalam kategori Perusahaan Publik dengan Kapitalisasi Pasar Terbesar (Big Cap Public Listed Company), mempertahankan prestasi yang sama pada 2023.

Corporate Secretary, Okki Rushartomo menyatakan bahwa penghargaan ini mencerminkan konsistensi BNI dalam meningkatkan kualitas penerapan Good Corporate Governance (GCG). Ia menegaskan bahwa praktik tata kelola yang baik menjadi kunci keberlanjutan bisnis dan kepercayaan investor.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada IICD yang memercayakan kami untuk kembali menyandang predikat ‘The Best Overall in Corporate Governance’, penghargaan ini menjadi pemacu semangat BNI untuk terus meningkatkan kualitas praktik tata kelola terbaik,” kata Okki dalam keterangan resminya, Kamis, 28 November 2024.

Baca juga: Aturan Merger dan Pemenuhan Modal Inti Minimum BPR Perlu Direlaksasi, Ini Sebabnya

Penilaian dilakukan terhadap 200 emiten berdasarkan kapitalisasi pasar terbesar (Big Cap) dan menengah (Mid Cap) yang terdaftar di Bursa Efek Indonesia berdasarkan metode penilaian ASEAN Corporate Governance Scorecard 2023.

Secara tegas Okki menyampaikan bahwa penerapan GCG yang baik menjadi aspek penting untuk memberikan kepercayaan kepada investor untuk berinvestasi.

Penerapan prinsip GCG yang dilakukan secara konsisten dan berkelanjutan dipandang mampu memberi berdampak positif terhadap penciptaan nilai (value creation) dan keberlangsungan bisnis BNI.

Ke depan, BNI terus berkomitmen untuk menerapkan prinsip GCG dan sustainability secara konsisten. “Penerapan GCG dan sustainability secara konsisten akan berkontribusi pada kredibilitas dan kinerja perusahaan,” imbuh dia. (*)

Editor: Yulian Saputra

Irawati

Bergabung dengan Infobanknews.com sejak April 2022. Lulusan Universitas Budi Luhur ini bertugas meliput isu ekonomi makro, moneter & fiskal, perbankan, hingga industri keuangan non-bank (IKNB).

Recent Posts

Ketidakpastian Hukum di Sektor Keuangan: Ketika Risiko Dikriminalisasi dan Harga Dianggap Kartel

Oleh Anto Prabowo, Dosen FEB UNS Solo DI tengah dinamika kebijakan ekonomi nasional, munculnya dua… Read More

7 hours ago

Cetak SDM Unggul, BSN Gandeng Universitas Terbuka

Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More

7 hours ago

CIMB Niaga Raih Penghargaan Most Trusted Financial Brand Awards 2026

Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More

10 hours ago

Konsistensi Fundamental, Tugu Insurance Catat Laba Rp711 Miliar di 2025

Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More

13 hours ago

ICEx Resmi Meluncur, Bangun Infrastruktur Bursa Kripto RI Berstandar Global

Poin Penting ICEx resmi diluncurkan sebagai platform infrastruktur aset kripto berstandar institusional, didukung modal USD70… Read More

18 hours ago

Melonjak 96 Persen, Transaksi di ICDX Tembus Rp12.477 T pada Kuartal I 2026

Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More

19 hours ago