Keberadaan akses pita lebar (broadband) di kawasan-kawasan nonkomersil ini akan dapat dinikmati masyarakat secara luas. Diharapkan, satu per satu proyek infrastruktur strategis dapat memperoleh percepatan dalam proses pembangunannya, termasuk pembangunan jaringan serat optik di seluruh wilayah Indonesia.
“BNI turut serta mendukung proyek Palapa Ring Paket Timur ini, dimana sebelumnya, BNI juga mendukung pembiayaan Proyek Palapa Ring Paket Tengah. Pembangunan jaringan serat optik di seluruh wilayah Indonesia, merupakan tulang punggung pemerataan jaringan pita lebar atau broadband,” ujarnya.
Dalam perjanjian kredit sindikasi ini, BNI bertindak sebagai Mandated Lead Arranger (MLA) dan Bookrunner, sekaligus menjadi Agen Fasilitas, Agen Jaminan, dan Agen Penampungan dengan nilai kredit senilai lebih dari Rp2,6 triliun. Namun khusus untuk kredit sindikasi ini porsi BNI adalah sebesar Rp2,4 triliun. Sementara sisanya dibagi dengan masing-masing porsi kredit ICBC Indonesia Rp1 triliun, Bank Papua Rp300 miliar, Bank Maluku Malut sebesar Rp100 miliar, dan Bank Sulselbar senilai Rp200 miliar. (Bersambung ke halaman berikutnya)
Poin Penting Kemnaker masih menyelidiki dugaan PHK sekitar 400 pekerja PT Karunia Alam Segar, produsen… Read More
Poin Penting CIMB Niaga mencatat laba bersih Rp6,93 triliun pada 2025, tumbuh tipis 0,53% secara… Read More
Poin Penting OJK dan Pemerintah Inggris Raya membentuk Kelompok Kerja Pembiayaan Iklimuntuk mempercepat pembiayaan iklim… Read More
Poin Penting IHSG ditutup turun 1,04 persen ke level 8.235,26 akibat sentimen negatif dari kebijakan… Read More
Poin Penting: Pikap India Mahindra Scorpio telah diserahkan ke Kopdes Merah Putih di Surabaya dengan… Read More
Poin Penting Investor syariah melakukan 30,6 miliar saham dengan frekuensi 2,7 juta kali pada 2025.… Read More