Jakarta–Industri perbankan kembali mendukung kelancaran pembangunan infrastruktur di Tanah Air. Kali ini 17 bank menjalin kerja sama kredit sindikasi senilai Rp3,22 triliun untuk proyek pembangunan jalan tol Pemalang-Batang kepada PT Pemalang Batang Tol Road.
Dalam kredit sindikasi ini PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menjadi Mandated lead arranger, bookrunner, agent & kreditur. Sementara Arranger & kreditur ICBC, Bank Artha Graha, PaninBank, BNI Syariah, Bank Jateng, Bank Sumut, Bank Nagari, Bank BPD Bali, Bank Sulselbar, Bank BPD DIY, Bank Jambi, Bank Kalteng, Bank Maluku Malut, Bank Aceh Syariah, Bank BJB, Bank BPD DIY Syariah.
Sebagai pemimpin kredit sindikasi, BNI menyiapkan pembiayaan Rp1,5 triliun, atau 46 persen dari total penyaluran kredit. Sedangkan PaninBank mangambil porsi Rp220 miliar, lalu BNI Syariah dan Bank Aceh Syariah masing-masing Rp200 miliar. Sementara sisanya dipenuhi oleh 13 bank lainnya.
Wakil Direktur Utama BNI Herry Sidharta, mengungkapkan, perjanjian kredit sindikasi ini menyiratkan semakin luasnya minat sektor perbankan yang bersedia menyalurkan pembiayaan ke sektor infrastruktur strategis, seperti jalan tol Pemalang – Batang ini. “Kolaborasi yang solid di sektor perbankan tersebut dalam pembiayaan jalan tol akan menjadi faktor penting percepatan pembangunan sektor infratruktur yang tengah digagas oleh pemerintah,” tuturnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Rabu, 24 Mei 2017.
Adapun total kebutuhan biaya untuk membangun ruas Jalan Tol Pemalang – Batang yang sepanjang 39,29 km ini mencapai Rp4,88 triliun. “Kami laporkan bahwa progress pembebasan lahan begitu juga tanah akses kita mengutamakan ring road sebesar 19,47 persen. Diharapkan tol ini bisa beroperasi Juni. H min 10 (Hari Raya Lebaran),” sambung Direktur Utama PT Pemalang Batang Tol Road, Supriyono. (*)
Poin Penting Bank Mandiri memastikan Livin’ by Mandiri tetap stabil dan beroperasi 24 jam untuk… Read More
Poin Penting Pemerintah menetapkan Idul Fitri 1 Syawal 1447 H jatuh pada Sabtu, 21 Maret… Read More
Poin Penting Bank Mandiri memberangkatkan lebih dari 10.000 pemudik gratis menggunakan 215 bus ke berbagai… Read More
Poin Penting Laba bersih ASSA naik 81% menjadi Rp596,6 miliar pada 2025. Pendapatan konsolidasi mencapai… Read More
Poin Penting APLN mencatat penjualan dan pendapatan usaha Rp3,57 triliun pada 2025. Penjualan rumah tinggal… Read More
Poin Penting Kemacetan mudik di tol utamanya disebabkan bottleneck di gerbang transaksi, bukan semata lonjakan… Read More