Jakarta – PT Bank Negara Indonesia Persero Tbk (BNI) mengaku tetap optimis terhadap kinerja bisnisnya hingga 2020 mendatang, meski ekonomi masih diliputi oleh perlambatan dan ketidakpastian global.
Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dalam paparannya saat Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Komisi XI DPR di Jakarta mengatakan, pihaknya masih membidik pertumbuhan double digit baik pada laba dan juga penyaluran kredit miliknya.
“Untuk pertumbuhan laba bersih sendiri target 15% hingga 17%,” kata Baiquni di Jakarta, Selasa 26 November 2019.
Tak hanya itu, pihaknya juga membidik penyaluran kredit dapat tumbuh di kisaran 11-13 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada 2020. Di mana BNI terakhir merevisi target pertumbuhan kreditnya menjadi 12-13 persen (yoy) pada 2019. Dengan demikian, target pertumbuhan kredit BNI tahun ini dan 2020 tidak jauh berbeda.
Sementara untuk kualitas aset, BNI melihat rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) di rentang 1,8-2 persen pada 2020. Ia berjanji akan memperkuat kapabilitas manajemen risiko untuk mendukung ekspansi bisnis dan pertumbuhan bisnis digital yang berkualitas. Dengan target itu pihaknya juga menargetkan pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 12-14 persen (yoy).
Sebagai informasi, BNI mencatatkan laba bersih Rp12 triliun di kuartal III 2019 atau hanya tumbuh 4,7 persen bila dibandingkan dengan kuartal III 2018 yang sebesar Rp11,44 triliun. Sedangkan untuk pertumbuhan kredit sendiri telah tumbuh sebesar 14,7% pada Kuartal III-2019 menjadi senilai Rp558,7 triliun. (*)
Editor: Rezkiana Np
Poin Penting GoPay kini bisa tarik tunai tanpa kartu di seluruh ATM BRI dan Bank… Read More
Poin Penting BRI Kanwil Jakarta II menambah kuota mudik gratis menjadi 2.750 pemudik dengan 55… Read More
Poin Penting BRI Life menghadirkan asuransi digital MODI-MOtraveling untuk melindungi pemudik Lebaran 2026 dari risiko… Read More
Poin Penting Adira Finance memberangkatkan 300 pemudik dari Jabodetabek menuju Solo dan Yogyakarta melalui program… Read More
Poin Penting Bank Indonesia membeli Surat Berharga Negara (SBN) Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026,… Read More
Poin Penting BI menegaskan tidak membatasi transaksi valuta asing, tetapi memperketat kewajiban dokumen underlying untuk… Read More