Categories: Perbankan

BNI Optimis Tumbuh Di Atas Industri

Jakarta–PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) tahun ini menargetkan pertumbuhan kredit lebih tinggi dibandingkan industri. Tahun ini Perseroan menargetkan pertumbuhan kredit 15-17% dibanding realisasi 2015. Angka itu lebih tinggi dibandingkan proyeksi kredit dari perbankan yang disetorkan ke Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dalam Rencana Bisnis Bank (RBB) yang diserahkan bank-bank ke OJK akhir November lalu, pertumbuhan kredit diproyeksikan mencapai 14,1% dan Dana Pihak Ketiga (DPK) diproyeksikan tumbuh 12,7%. Sedangkan untuk Dana Pihak Ketiga (DPK) tahun ini BNI menargetkan pertumbuhan 14-16%.

“2016 ini, kami optimis bahwa komdisinya akan jauh lebih baik dibanding kondisi perekonomian 2015. Sebagaimana diketahui proyeksi pertumbuhan ekonomi 2016 akan lebih besar dari realisasi 2015. Oleh karenanya manajemen optimis bahwa pertumbuhan bisnis akan lebih tinggi dibanding realisasi 2015,” kata Direktur Utama BNI Achmad Baiquni usai Rapat Umum Pemegang Saham Luar Biasa di Jakarta, Selasa, 12 Januari 2015.

Strateginya, menurut Baiquni adalah dengan meningkatkan sinergi dengan anak usaha. Dengan sinergi dan cross-selling diharapkan pertumbuhan kredit, DPK, dan fee based income akan tercapai. Sementara soal profitabilitas tahun ini Perseroan menargetkan pertumbuhan 10-15% dibandingkan tahun lalu. Untuk mencapainya target laba, BNI akan fokus menjaga kualitasa kreditnya. Tingkat NPL akan diturunkan di bawah 2,7% tahun ini. BNI juga akan menggenjot fee based income dari transaksi trade finance.

“Cukup banyak transaksi yang kami kembangkan sejalan dengan perkembangan electronic channel kami, di samping juga kami proaktif tingkatkan trade finance. Ke depan 2016 ini rasanya kami bisa tingakatkan kembali trade finance yang memang sebelumnya merupakan kekuatan kami,” tambahnya. (*) Ria Martati

Paulus Yoga

Recent Posts

Sinergi Askrindo dan Bank BTN Dorong Kepastian Usaha Sektor Konstruksi dan Non-Konstruksi

Poin Penting Askrindo dan Bank BTN menandatangani kerja sama fasilitas kontra bank garansi dengan nilai… Read More

2 hours ago

Harga Minyak Tembus USD100, Bursa Saham Asia Rontok Akibat Konflik Timur Tengah

Poin Penting Harga minyak dunia melonjak hingga sekitar USD111 per barel, pertama kali menembus USD100… Read More

2 hours ago

Update Harga Emas Hari Ini (9/3): Galeri24-UBS Stabil, Antam Anjlok Rp55.000

Poin Penting Harga emas Antam turun tajam Rp55.000 menjadi Rp3.004.000 per gram pada perdagangan 9… Read More

2 hours ago

Rupiah Dibuka Tembus Rp17.000 per Dolar AS Dipicu Lonjakan Harga Minyak Dunia

Poin Penting Rupiah dibuka melemah ke Rp17.009 per dolar AS atau turun 0,50 persen dibandingkan… Read More

3 hours ago

IHSG Awal Pekan Dibuka Ambles 3,12 Persen ke Level 7.348

Poin Penting IHSG dibuka melemah tajam 3,12 persen ke level 7.348,63 pada awal perdagangan Senin… Read More

3 hours ago

IHSG Berpotensi Melemah, Berikut Sentimen Pemicunya

Poin Penting IHSG diprediksi melanjutkan pelemahan pada perdagangan 9 Maret 2026 dengan kisaran support 7.365–7.475… Read More

3 hours ago