Categories: Perbankan

BNI Optimis Capai Pertumbuhan Kredit 6%-7% di Kuartal I-2022

Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. atau BNI optimis pada penyaluran kreditnya di tiga bulan pertama 2022. Perseroan menargetkan pertumbuhannya bisa mencapai 6%-7%, sejalan dengan kasus Covid-19 yang mulai menurun dan sektor perekonomian yang kembali dibuka.

“Secara overall pada kuartal I-2022 kami optimis pertumbuhan kredit mengalami tren yang positif pada kisaran 6% sampai 7%,” kata Direktur Keuangan BNI Novita Widya Anggraini pada keterangannya, 12 April 2022.

Ia mengungkapkan, pertumbuhan kredit pada kuartal I tahun ini diyakini lebih tinggi dibandingkan dengan kredit akhir 2021 yang tumbuh 5,4% (yoy). Artinya, terdapat tren perbaikan pada permintaan dan penyaluran kredit di BNI. Adapun perbaikan ini disumbang dari beberapa sektor perekonomian.

“Peningkatan sekitar 6% hingga 7% tersebut didukung oleh berbagai sektor industri, di antaranya sektor manufaktur, sektor konstruksi, serta pemulihan pada sektor perdagangan dan sektor transportasi atas kelonggaran kebijakan pemerintah terkait Covid-19,” jelas Novita.

Berdasarkan, laporan keuangan bulanan BNI, kredit yang disalurkan per Februari 2022 sebesar Rp575,49 triliun, meningkat 5,43% dibandingkan dengan kredit per Februari 2021 yang senilai Rp545,86 triliun. Dengan demikian, terjadi akselerasi pertumbuhan kredit yang lebih tinggi per Maret 2022.

Perbaikan juga tercermin dari restrukturisasi kredit BNI yang semakin melandai. Per Maret 2022 kredit yang diberikan stimulus tersisa Rp69,63 triliun. Nilai tersebut turun Rp2,5 triliun dari posisi akhir 2021 yang sebesar Rp72,13 triliun.

Lebih jauh, Corporate Secretary BNI Mucharom menambahkan, BNI tidak hanya mampu mencatatkan pertumbuhan kredit positif tetapi juga peningkatan kualitas kredit yang utamanya terlihat dari baki restrukturisasi kredit yang semakin rendah.

“Pelaku usaha terdampak mulai semakin percaya diri prospek kinerja bisnisnya sehingga sudah dapat melakukan cicilan seperti sebelum pandemi,” tuturnya.

Ekspansi yang dilakukan BNI pada masa pemulihan ekonomi ini semakin berkualitas, sehingga membuat rasio kredit bermasalah (non performing loan/NPL) juga semakin turun. Tahun lalu, perseroan melaporkan penurunan NPL 60 basis poin (bps) menjadi 3,7% dibandingkan posisi 2020 yang sebesar 4,3%. Sedangkan, NPL per Maret 2022 kembali membaik ke level 3,46%. (*)

 

Editor: Rezkiana Nisaputra

Evan Yulian

Recent Posts

Waspada! Tautan Palsu dan APK Berbahaya Mengintai Jelang Lebaran, Ini Imbauan Maybank

Poin Penting Maybank Indonesia mengingatkan potensi lonjakan penipuan digital jelang Lebaran 2026. Pelaku memanfaatkan modus… Read More

21 mins ago

Ternyata Ini Biang Kerok yang Bikin Kredit Macet Pindar Naik ke 4,38 Persen

Poin Penting Per Januari 2026, tingkat wanprestasi 90 hari (TWP90) pinjaman daring mencapai 4,38 persen,… Read More

37 mins ago

Pemerintah Bakal Perpanjang Tenor KPR hingga 30 Tahun, Begini Tanggapan SMF

Poin Penting Pemerintah berencana memperpanjang tenor KPR hingga 30 tahun untuk meringankan cicilan dan memperluas… Read More

1 hour ago

Fitch Soroti Program MBG dan Danantara, Ini Respons Airlangga

Poin Penting Fitch menyoroti program MBG karena dinilai berpotensi menekan belanja negara dan memperlebar defisit… Read More

1 hour ago

Morgan Stanley PHK 2.500 Karyawan Meski Kinerja Lagi Moncer

Poin Penting Morgan Stanley mem-PHK sekitar 2.500 orang atau 3 persen tenaga kerja, terutama di… Read More

1 hour ago

Bahlil Sebut Impor Minyak dari AS Masih Menguntungkan di Tengah Konflik Timur Tengah

Poin Penting Impor minyak dari AS tetap menguntungkan. Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menegaskan Indonesia masih… Read More

2 hours ago