Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) mengaku, sudah mematangkan rencananya untuk melakukan ekspansi bisnis di industri modal ventura. Dalam waktu dekat, perseroan sudah menyiapkan strateginya dengan mengakuisisi perusahaan modal ventura.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Keuangan dan Risiko Kredit BNI Rico Rizal Budidarmo, di Jakarta, Kamis, 12 Oktober 2017. Menurutnya, rencana akuisisi perusahaan modal ventura tersebut sudah masuk dalam tahap kajian di manajemen.
“Kami juga akan masuk ke modal ventura dan juga akuisisi-akuisisi yang lain,” ujar Rico.
Dia mengungkapkan, wacana BNI untuk melakukan ekspansi di industri modal ventura ini sejalan dengan tren lembaga perbankan yang tengah gencar mengakusisi perusahaan modal ventura. Di mana Bank BRI juga sudah berniat mencaplok perusahaan modal ventura.
Selain modal ventura, kata dia, perseroan juga berniat untuk mengakuisi perusahaan aset manajemen, dan perusahaan pembiayaan (multifinance). Menurutnya, niat akusisi di perusahaan aset manajemen dan multifinance juga masuk tahap kajian.
“Nantinya, kami juga akan mengakuisisi perusahaan aset manajemen. Tapi kami sangat berhati-hati melakukan kajian investasi. Selain itu, kami juga akan investasi di bidang multifinance. Saat ini memang banyak yang sudah mendekat,” paparnya.
Namun demikian, Rico belum merinci terkait dana yang disiapkan oleh bank yang berkode BBNI tersebut baik untuk mengakuisisi modal ventura, aset manajemen maupun multifinance. Selain itu, dirinya juga enggap memastikan kapan wacananya tersebut terealisasi. (*)
Oleh Tim Infobank SEMARANG, sebuah ruang pengadilan menjadi panggung sebuah drama yang memilukan sekaligus mengusik… Read More
Poin Penting OJK optimistis premi asuransi tumbuh pada 2026 seiring membaiknya konsolidasi industri dan penguatan… Read More
Poin Penting Presiden Prabowo memerintahkan reformasi pasar modal setelah IHSG sempat turun ke level 7.800-an… Read More
Poin Penting OJK menargetkan pertumbuhan kredit perbankan 10-12 persen pada 2026, dengan proyeksi pertumbuhan dana… Read More
Poin Penting Kerusakan atau hang perangkat operasional seperti aplikasi kasir bisa menyebabkan gangguan bisnis serius… Read More
Poin Penting Ekonomi Indonesia tumbuh 5,11% (yoy) pada kuartal IV 2025, tertinggi dalam empat kuartal… Read More