Jakarta – PT BNI Life Insurance (BNI Life) menargetkan perolehan preminya di 2019 sangat optimis. Tahun ini, perusahaan mematok total premi hingga sebesar Rp12,9 triliun atau lebih tinggi dari target tahun sebelumnya yang dipatok mencapai Rp6,5 triliun.
Demikian pernyataan tersebut seperti disampaikan oleh Direktur Keuangan BNI Life Eben Esser Nainggolan dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, 25 Januari 2019. Menurutnya, untuk menopang target premi itu, perusahaan telah menyiapkan beberapa strategi di 2019.
Dia mengungkapkan, BNI Life akan mendorong kontribusi produk unit link terhadap total premi. Disamping mengandalkan hasil investasi, BNI Life juga fokus pada penjualan produk yang menguntungkan dan peningkatan jumlah polis. Lalu, meningkatkan captive market dengan besinergi dengan BNI.
Selain itu, perusahaan bakal meningkatkan kualitas dan produktivitas tenaga pemasar dan SDM. Kemudian, membuat program menarik untuk para nasabah dan calon nasabah. Selanjutnya, menggenjot pendapatan melalui penjualan produk-produk champion mencakup produk tradisional dan unit link
“Di tahun ini BNI Life sudah memiliki target yakni premi sebesar Rp12,9 triliun dan net profit sebesar Rp767 miliar,” ujarnya.
Asal tahu saja, sampai dengan Oktober 2018 BNI Life telah mencatatkan premi sebesar Rp4,8 triliun atau tumbuh 2,55 persen dibandingkan dengan tahun lalu diperiode yang sama. Total premi tersebut baru terealisasi sekitar 73 persen dari target premi yang telah ditetapkan hingga akhir 2018 yakni Rp6,5 triliun
Dari realisasi perolehan premi tersebut,premi tradisional telah menyumbang Rp3,6 triliun atau 75,59 persen dari total premi BNI Life. Sedangkan untuk premi unit link telah berkontribusi sekitar Rp1,2 triliun atau 24,41 persen dari total premi. BNI Life berniat bakal tingkatkan kontribusi unit link di 2019. (*)
Dalam program tersebut, BSN memberikan dukungan pembiayaan pendidikan bagi pegawai aktif yang memenuhi kriteria, baik… Read More
Pada ajang tersebut, CIMB Niaga meraih tiga penghargaan, masing-masing pada kategori Produk Wealth Management untuk… Read More
Poin Penting Tugu Insurance mencatat laba Rp711,06 miliar di 2025, meningkat dari Rp401,57 miliar (restated).… Read More
Poin Penting Notional value transaksi ICDX mencapai Rp12.477 triliun pada kuartal I 2026, melonjak 96%… Read More
Poin Penting OJK mulai membuka informasi saham dengan konsentrasi kepemilikan tinggi (high shareholding concentration) di… Read More
Poin Penting AAUI menyebut industri kesulitan memenuhi modal minimum tahap I 2026. Minat pemegang saham… Read More