BNI Life Sambut Harpelnas 2018 Dengan Luncurkan Tagline Baru
Jakarta – PT BNI Life Insurance (BNI Life) mencatatkan total preminya di sepanjang kuartal I 2017 sebesar Rp1,3 triliun atau sudah hampir mencapai 75 persen dari target proporsional yang ditargetkan oleh perusahaan.
Wakil Direktur Utama BNI Life Geger Maulana mengatakan, pencapaian premi di kuartal I 2017 ini, dipengaruhi oleh optimalisasi sinergi BNI Life dengan BNI sebagai induk usaha untuk bisnis individu, nasabah, maupun bisnis group korporasi debitur BNI.
Dia menjelaskan, komposisi kontribusi pendapatan premi yang tercatat Rp1,3 triliun di kuartal I 2017 tersebut, didominasi oleh bancassurance yaitu sebesar 50 persen, employee benefit sebesar 40 persen, dan sisanya dari bisnis channel Agency dan Syariah.
Lebih lanjut dia mengungkapkan, bahwa perseroan menargetkan pertumbuhan premi hingga akhir tahun dapat lebih tinggi dibandingkan dengan kenaikan premi industri yang dipatok oleh Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI)
“Harapan kami, melalui inovasi layanan dan sinergi dengan BNI dapat makin mendorong pertumbuhan bisnis BNI Life,” ujar dia dalam keterangannya, di Jakarta, Sabtu, 6 Mei 2017
BNI Life akan optimalisasi sinergi bancassurance untuk meningkatkan bisnis perusahaan dan layanan kepada nasabah yang dilakukan dengan meningkatkan jumlah dan kapasitas bancassurance, bekerjasama dengan bank BUMN, bank daerah, dan swasta.
Namun saat ini alokasi BNI Life masih didominasi oleh produk unit-linked. Pasalnya, unit-linked dapat memberikan alternatif pilihan untuk berinvestasi dalam kondisi tren penurunan suku bunga perbankan di pasar uang.
BNI Life telah mengkomposisikan rencana bisnis untuk unit-linked sebesar 55-65 persen, sedangkan sisanya produk tradisional. Dana kelola unit-linked BNI Life telah mencapai Rp4,3 triliun di 2016, atau naik 30 persen, dibandingkan tahun sebelumnya sekitar Rp3,3 triliun. (*)
Poin Penting OJK optimistis kinerja perbankan 2026 membaik, didorong perombakan manajemen di banyak bank. Pertumbuhan… Read More
Poin Penting Inflasi tinggi dan anjloknya nilai tukar rial memicu aksi protes massal di berbagai… Read More
Poin Penting KPK mengungkap kerugian negara hingga Rp59 miliar akibat pengurangan kewajiban PBB PT Wanatiara… Read More
Oleh The Finance Team NAMANYA bank, sudah pasti ada kredit macet. Kalau tidak mau macet,… Read More
Poin Penting Kepala KPP Madya Jakarta Utara, Dwi Budi Iswahyu, resmi ditetapkan KPK sebagai tersangka… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan STRUKTUR pertumbuhan ekonomi Indonesia sejak lama menunjukkan… Read More