Dirut BNI Royke Tumilaar di Jakarta, Rabu (15/1). (Foto: Steven Widjaja)
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) menyambut baik langkah Bank Indonesia (BI) yang menurunkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin (bps). Penurunan BI Rate ini diyakini memberikan sinyal positif bagi sektor perbankan.
“Sinyal BI menurunkan suku bunga 0,25 (persen) itu sudah bagus banget. Itu berarti sinyal untuk banyak hal lah. Pasti impact-nya positif,” sebut Direktur Utama BNI, Royke Tumilaar saat ditemui pada acara BNI Investor Daily Round Table di Jakarta, Rabu, 15 Januari 2025.
Royke berharap langkah penurunan BI Rate ini diikuti dengan penurunan suku bunga Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI). Menurutnya, penurunan bunga SRBI akan memberikan dampak positif yang lebih besar bagi perbankan dan pasar.
“Saya berharap sih sebenarnya suku bunga SRBI juga agak turun sedikit,” tambahnya.
Baca juga: BI Berhasil Serap Modal Asing Melalui SRBI Capai Rp934,87 Triliun
Lebih lanjut, pihaknya juga berharap pemerintah Indonesia bisa meningkatkan belanjanya lebih besar pada awal tahun ini. Mengingat, belanja pemerintah yang lebih tinggi turut meningkatkan aliran dana ke masyarakat, yang pada akhirnya bakal meningkatkan likuiditas di pasar.
Hal ini akan berdampak pada penurunan bunga SRBI.
“Makanya saya berharap spending pemerintah juga tinggi di awal tahun, di awal ini. Terus SRBI juga bisa dikecilkan sedikit, bunganya diturunkan, itu akan banyak,” tegas Royke.
Baca juga: Outstanding SRBI per Oktober 2024 Tembus Rp982,2 Triliun
Namun, Royke menyebut penurunan BI Rate ini tidak akan berdampak langsung pada kredit BNI, termasuk Kredit Perumahan Rakyat (KPR). Ia juga belum dapat memastikan kapan bunga KPR akan menurun.
“Belum. Kita belum bisa lihat itu, nanti lihat (bunga KPR), kan itu reference rate-nya BI,” tukasnya.
Sebagai informasi, Bank Indonesia melalui Rapat Dewan Gubernur (RDG) pada 14-15 Januari 2025 telah memutuskan untuk menurunkan BI 7-Day Reverse Repo Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen. Selain itu, suku bunga Deposit Facility turun menjadi 5,00 persen, dan Lending Facility menjadi 6,50 persen.
“Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia memutuskan untuk menurunkan BI-Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75 persen, suku bunga Deposit Facility sebesar 25 bps menjadi 5,00 persen dan suku bunga Lending Facility sebesar 25 bps menjadi 6,50 persen,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers, Rabu (15/1). (*) Steven Widjaja
Poin Penting Direktur Operasional Bank Mandiri, Timothy Utama, membeli 155 ribu saham BMRI senilai Rp744… Read More
Poin Penting ASII lanjutkan buyback saham dengan dana maksimal Rp2 triliun, dilaksanakan pada 19 Januari–25… Read More
Poin Penting OJK menemukan delapan pelanggaran serius yang merugikan lender, termasuk proyek fiktif, informasi palsu,… Read More
Oleh A.Y. Eka Putra, Pemerhati Ekonomi dan Perbankan PENEGAKAN hukum tindak pidana korupsi di sektor… Read More
Poin Penting Mirae Asset menargetkan IHSG 2026 di level 10.500, meski tekanan global dan data… Read More
PT Bank Muamalat Indonesia Tbk mencatat kinerja positif pada pembiayaan kepemilikan emas syariah melalui produk… Read More