Pelaku Pasar; Berharap respon positif berlanjut. (Foto: Budi Urtadi)
Jakarta–Pemerintah Joko Widodo (Jokowi) telah mengeluarkan paket kebijakan I sampai VI. Dengan dikeluarkannya paket kebijakan tersebut, diharapkan perekonomian nasional akan ikut terdongkrak naik dan investasi pun ikut mengalami perbaikan.
Wakil Direktur Utama PT Bank Negara Indonesia (BNI), Suprajarto mengatakan, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Bank Indonesia (BI) pun juga mengeluarkan paket kebijakan. Menurutnya, paket kebijakan yang dikeluarkan dua regulator tersebut untuk melengkapi relaksasi kebijakan yang dikeluarkan pemerintah.
“BI juga OJK telah keluarkan serangkaian kebijakan yang sifatnya pelonggaran untuk dorong penyaluran kredit,” ujar Suprajarto, di JCC, Jakarta, Kamis, 26 November 2015.
Lebih lanjut dia menilai, respon pasar sangat positif setelah pemerintah mengeluarkan paket kebijakan tersebut. Hal ini tercermin pada nilai tukar Rupiah dan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penguatan. Dirinya berharap, agar paket kebijakan yang dikeluarkan pemerintah ini bisa berjangka panjang.
“Ini menggembirakan bagi kita usai paket kebijakan, respon pasar itu sangat positif. Rupiah menguat terhadap Dolar dan naiknya IHSG. Kita berharap respon positif itu jangka panjang dan berkelanjutan. Dengan dukungan kebijakan ekonomi ini program nawacita Jokowi akan terwujud,” tutup Suprajarto. (*) Rezkiana Nisaputra
Poin Penting Rupiah dibuka menguat 0,15 persen ke level Rp16.971 per dolar AS, dari penutupan… Read More
Poin Penting Harga emas di Pegadaian kompak turun pada 17 Maret 2026, meliputi emas Antam,… Read More
Melalui program Mandiri Berbagi Kebaikan, Mandiri Group menyerahkan 114.000 paket berupa perlengkapan sekolah bagi anak-anak… Read More
Poin Penting IHSG dibuka menguat 1,03 persen ke level 7.094,31 pada awal perdagangan 17 Maret… Read More
Poin Penting IHSG berpotensi melanjutkan koreksi pada perdagangan 17 Maret 2026 dengan target pelemahan di… Read More
Poin Penting Volume trading tokenisasi aset di platform PINTU meningkat 45% secara bulanan pada Februari… Read More