Ilustrasi: Gedung perkantoran BNI. (Foto: Istimewa)
Poin Penting
Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BNI) akan menggelar Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) Tahun Buku 2025 pada Senin, 9 Maret 2026 mulai pukul 14.00–17.00 WIB di Jakarta Pusat,
Berdasarkan keterbukaan informasi Bursa Efek Infonesia (BEI) dikutip 16 Februari 2026, RUPST BNI akan membahas sembilan agenda strategis. Apa saja?
Dalam agenda pertama, BNI akan meminta persetujuan atas Laporan Tahunan dan pengesahan Laporan Keuangan Konsolidasian Tahun Buku 2025, termasuk laporan tugas pengawasan Dewan Komisaris serta laporan keuangan Program Pendanaan Usaha Mikro dan Usaha Kecil (PUMK).
Pada mata acara tersebut juga akan dimintakan pemberian pelunasan dan pembebasan tanggung jawab sepenuhnya (volledig acquit et de charge) kepada Direksi dan Dewan Komisaris atas pengurusan dan pengawasan sepanjang tahun buku 2025.
Baca juga: BNI: Outlook Negatif Moody’s Tak Cerminkan Kinerja dan Profil Risiko Internal
Agenda kedua RUPST BNI menyangkut persetujuan penggunaan laba bersih Tahun Buku 2025, yang lazimnya menjadi perhatian utama investor terkait potensi pembagian dividen.
Selanjutnya, RUPST BNI juga akan menetapkan gaji atau honorarium berikut fasilitas dan tunjangan Tahun Buku 2026, serta bonus kinerja Tahun Buku 2025 bagi Direksi dan Dewan Komisaris.
Tak hanya itu, pemegang saham akan dimintai persetujuan atas penunjukan akuntan publik dan/atau kantor akuntan publik untuk mengaudit laporan keuangan konsolidasian dan laporan keuangan PUMK Tahun Buku 2026.
Agenda strategis lainnya adalah pendelegasian kewenangan persetujuan Rencana Kerja Jangka Panjang (RJPP) 2026–2030 dan Rencana Kerja dan Anggaran Perusahaan (RKAP) 2027 beserta perubahannya dari RUPS kepada pihak yang ditunjuk RUPS.
Baca juga: Laba Bersih BNI Tembus Rp20 Triliun pada 2025, Kredit Melaju 15,9 Persen
RUPST BNI juga akan meminta restu atas rencana pembelian kembali saham (buyback) serta pengalihan saham hasil buyback yang akan disimpan sebagai saham tresuri (treasury stock). Selain itu, RUPST akan membahas perubahan Anggaran Dasar Perseroan.
Sebagai bentuk transparansi, perseroan turut menyampaikan laporan realisasi penggunaan dana hasil Penawaran Umum Sustainability Bond Tahap I Tahun 2025.
Terakhir, rapat akan menegaskan kembali pelimpahan wewenang RUPS kepada Dewan Komisaris untuk menyetujui pernyataan tertulis pendiri dalam rangka perubahan peraturan dana pensiun perseroan.
BNI membukukan laba bersih konsolidasi sebesar Rp20 triliun sepanjang 2025. Kinerja tersebut ditopang oleh pertumbuhan kredit yang solid serta pengelolaan risiko yang terjaga.
Hingga akhir 2025, BNI mencatatkan pertumbuhan kredit 15,9 persen secara tahunan (year on year/yoy) sebesar Rp899,53 triliun, seiring ekspansi pembiayaan ke sektor-sektor produktif.
Selanjutnya dari sisi penghimpunan dana, BNI mencatatkan dana pihak ketiga (DPK) sebesar Rp1.040,83 triliun. Angka ini naik 29,21 persen yoy dibandingkan dengan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar Rp805,51 triliun.
Menutup 2025, total aset BNI tumbuh 18,9 persen menjadi Rp1.269,486 triliun. (*)
Poin Penting Dewan Syariah Nasional – Majelis Ulama Indonesia terbitkan Fatwa No. 166/2026 sebagai dasar… Read More
Poin Penting Tiffany & Co adalah rumah perhiasan global berusia hampir dua abad yang kini… Read More
Poin Penting Harga emas naik signifikan dalam satu dekade: Dari kisaran Rp500 ribuan (2013) ke… Read More
Poin Penting Bank Mandiri siap mengikuti kebijakan Danantara soal rencana merger manajer investasi BUMN. Tiga… Read More
Poin Penting BCA, BRI, Bank Mandiri, BNI, dan BTN sesuaikan jam operasional saat libur Imlek… Read More
Poin Penting Tren olahraga padel meningkat, tetapi risiko cedera lutut dan pergelangan kaki juga naik,… Read More